<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Fuadhasyim's Blog</title>
	<atom:link href="http://fuadhasyim.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://fuadhasyim.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Thu, 15 Oct 2009 03:35:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='fuadhasyim.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Fuadhasyim's Blog</title>
		<link>http://fuadhasyim.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://fuadhasyim.wordpress.com/osd.xml" title="Fuadhasyim&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://fuadhasyim.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Seminar Konseling dan Bursa Buku Murah</title>
		<link>http://fuadhasyim.wordpress.com/2009/10/15/seminar-konseling-dan-bursa-buku-murah/</link>
		<comments>http://fuadhasyim.wordpress.com/2009/10/15/seminar-konseling-dan-bursa-buku-murah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Oct 2009 03:27:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fuadhasyim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fuadhasyim.wordpress.com/2009/10/15/seminar-konseling-dan-bursa-buku-murah/</guid>
		<description><![CDATA[Seminar Konseling dan bursa buku murah dengan tema &#8220;Profesionalisme Konselor Islam dalam Menghadapi Tantangan Global&#8221; Pembicara : 1. Bapak Fauzil Adhim (Penulis Buku dan konselor profesional keluarga) 2. Bapak Farozin (Sekjen ABKIN dan Konselor Profesinal Pendidikan) Waktu : Sabtu, 24 Oktober 2009 Pukul : 08.00-13.00 WIB Tempat : Gedung Teatrikal Fakultas Dakwah UIN Sunan Kalijaga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fuadhasyim.wordpress.com&amp;blog=5583290&amp;post=71&amp;subd=fuadhasyim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seminar Konseling dan bursa buku murah dengan tema &#8220;Profesionalisme Konselor Islam dalam Menghadapi Tantangan Global&#8221;<br />
Pembicara : 1. Bapak Fauzil Adhim (Penulis Buku dan konselor profesional keluarga)<br />
                 2. Bapak Farozin (Sekjen ABKIN dan Konselor Profesinal Pendidikan)</p>
<p>Waktu     : Sabtu, 24 Oktober 2009<br />
Pukul       : 08.00-13.00 WIB<br />
Tempat    : Gedung Teatrikal Fakultas Dakwah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta</p>
<p>Kontribusi Peserta :<br />
Mahasiswa UIN  : Rp.10.000              Non UIN           : Rp.15.000              </p>
<p>Fasilitas :<br />
Setifikat<br />
Makalah Seminar<br />
Snack<br />
Stiker<br />
Doorprize</p>
<p>Contac Person:<br />
Fuad 085 649 130 668<br />
Asih  081 904 082 563                     </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fuadhasyim.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fuadhasyim.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fuadhasyim.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fuadhasyim.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fuadhasyim.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fuadhasyim.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fuadhasyim.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fuadhasyim.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fuadhasyim.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fuadhasyim.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fuadhasyim.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fuadhasyim.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fuadhasyim.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fuadhasyim.wordpress.com/71/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fuadhasyim.wordpress.com&amp;blog=5583290&amp;post=71&amp;subd=fuadhasyim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fuadhasyim.wordpress.com/2009/10/15/seminar-konseling-dan-bursa-buku-murah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9569700e9300bae95b939d03ee5b6301?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fuadhasyim</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>periode khalifah</title>
		<link>http://fuadhasyim.wordpress.com/2009/05/29/periode-khalifah/</link>
		<comments>http://fuadhasyim.wordpress.com/2009/05/29/periode-khalifah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 May 2009 15:34:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fuadhasyim</dc:creator>
				<category><![CDATA[agama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fuadhasyim.wordpress.com/?p=68</guid>
		<description><![CDATA[PROBLEMATIKA PASCA MENINGGALNYA ABU BAKAR AS-SHIDDIQ (Dalam bingkai kekhalifahan Umar bin khattab) BAB I PENDAHULUAN Umar bin khattab ialah salah satu sahabat nabi, beliau juga adalah termasuk sahabat-sahat yang ikut memperjuangkan Islam dalam perang terdahsyat, perang badar, kedekatan sosok umar bin khattab dengan nabi sudah tidak perlu diragukan lagi, beliau termasuk sahabat yang paling setia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fuadhasyim.wordpress.com&amp;blog=5583290&amp;post=68&amp;subd=fuadhasyim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>PROBLEMATIKA PASCA MENINGGALNYA<br />
ABU BAKAR AS-SHIDDIQ<br />
(Dalam bingkai kekhalifahan Umar bin khattab)</p>
<p>BAB I<br />
PENDAHULUAN</p>
<p>	Umar bin khattab ialah salah satu sahabat nabi, beliau juga adalah termasuk sahabat-sahat yang ikut memperjuangkan Islam dalam perang terdahsyat, perang badar, kedekatan sosok umar bin khattab dengan nabi sudah tidak perlu diragukan lagi, beliau termasuk sahabat yang paling setia disisi nabi Muhammad SAW.<br />
	Pesona umar bin khattab dalam kalangan Quraisy sangat tinggi, beliau pada zaman sebelum masuk Islam ialah pemimpin yang paling disegani oleh seantero jazirah arab, oleh karenanya beliau diberi gelar Singa Padang Pasir yang ketika telah masuk Islam gelar tersebut masih melekat bahkan jauh lebih garang dalam melindungi nabi Muhammad SAW.<br />
	Ketika Rasulullah Muhammad wafat, rasul tidak memberikan mandat khusus bagi salah seorang sahabat untuk meneruskan kepemimpinannya, namun hanya memberi isyarat secara tidak langsung melalui penunjukan badal imam sholat kepada sahabat Abu Bakar As-Shidiq, abu bakar memimpin ummat muslim setelah terjadi musyawarah mufakat oleh para sahabat Shohibul Badar, kaum Anshar serta Muhajirin.<br />
	Pada ujung usianya Abu Bakar menuliskan surat wasiat yang ditujukan kepada ummat, didalamnya terdapat salah satu item yang menyebutkan meminta kesediaan Umar bin Khattab untuk meneruskan perjuang dakwah dengan memimpin ummat, seorang Umar bin khattab pun menerima amanat tersebut setelah dalam forum massal ummat menyetujui dan membaiat beliau.<br />
	Namun dalam pemerintahannya seperti Abu Bakar, umar juga menghadapi permasalah-permasalahan dan tantangan, atas dasar pendahuluan diatas penulis dalam makalah ini akan menyampaikan tentang “Problematika pasca meninggalnya Abu Bakar As-Shiddiq (Dalam bingkai kekhalifahan Umar bin khattab)” berdasarkan referensi yang penulis dapatkan.<br />
BAB II<br />
PEMBAHASAN</p>
<p>A.	Kekhalifahan Umar Bin Khattab<br />
Umar bin khattab diangkat menjadi khalifa ummat muslim setelah mendapatkan amanat serta pesetujuan ummat islam yang ada, beliau mewakili sosok khalifa yang ideal untuk ummat saat itu, kehiduoannya sebagai seorang khalifah, seorang raja bagi rakyatnya dihiasi dengan kearifan dan kesederhanaan.<br />
Perilaku kepemimpinan beliau mensiratkna suri tauladan yang baik, beliau merupakan pemimpin yang tidak tidur dimalam hari guna bermunajat dengan Allah SWT, dalam siangnya beliau memimpin dengan penuh keseriusan membimbing ummat dalam mencari ridho Allah SWT, beliau juga seorang pemimpin yang adil serta bijaksana.<br />
B.	Problematika Pasca meninggalnya Abu Bakar As-Shiddiq<br />
1.	KAUM MURTAD, PEMBANGKANG PAJAK DAN ORANG MUNAFIK<br />
Permasalahan tentang kaum murtad, munafiq dan pembangkang pajak sebenarnya sudah ada sejak zaman abu bakar tepatnya setelah rasululloh wafat, namun ketika diperangi oleh abu bakar kaum ini sudah kalah dan kembali tunduk terhadap islam, ketika abu bakar meninggal dan menyerahkan kekhalifahan kepada umar bin khattab serta dengan persetujuan ummat dengan sistem musywarah mufakat, kaum ini kembali muncul pada masa kekhalifahan umar bin khattab. Sehingga untuk menjaga keutuhan ummat umar juga memerangi kaum ini sampai keakar-akarnya.<br />
2.	MENERUSKAN PERLUASAN WILAYAH DILUAR MAKKAH DAN MADINAH<br />
Pada masa abu bakar perluasan kekuasaan dan dakwah juga telah dilakukan sampai keIraq, Persia, Syiria, umar pun meneruskan perluasan tersebut sampai ke Mesopotamia dan sebagian Persia, Mesir, Palestina, Syria, Afrika Utara dan Armenia.<br />
Pada proses pengambil alihan wilayah Palestina, Suriah, dan Mesopotamia yang dikuasai oleh bangsa romawi timur terjadi peperangan yang dahsyat yang dikenal sebagai peperangan yarmuk, pada proses perebutan wilayah Syria, afrika utara, dan Armenia yang saat itu dikuasai oleh bangsa Persia juga terjadi peperangan besar yang dikenal sebagai perang Qadisiyyah.<br />
Pada peperangan yarmuk kaum muslim dipimpin oleh Khalid bin Walid, danpada peperangan Qadisiyyah kaum muslim dipanglimai oleh Sa&#8217;ad bin Abi Waqqash, uniknya pada kedua peperangan ini jumlah pasukan kaum muslim jauh lebih sedikit daipada pasukan lawan, namun berkat kekuasaan dan pertolongan Allah SWT yang pada saat itu berupa tiupan angin kepada pasukan musuh maka kaum muslimin pun dapat memenangi peperangan tersebut.<br />
3.	BELUM ADANYA PENGATURAN ADMINISTRASI NEGARA<br />
Saat pemerintahan rasululloh dan abu bakar kekuasaan dijalankan dengan sedehana dan koordinasi perorangan oleh pemimpin, hal ini membuat kekuasaan tidak mencangkup luasa dan terstruktur sehingga perintah pemimpin belum tentu langsung dapat dijalankan dan dimengerti oleh rakyat yang ada diluar madinah.<br />
Pada masa umar hal ini dirubah, umar bin khattab meletakan dasar-dasar administrasi Negara, mulai dari pembuatan instansi pemerintahan, kehakiman, pengolaha uang Negara serta pemberian hal otonom kepada pemimpin dinegara-negara atau wilayah-wilayah bagian ummat muslim.<br />
4.	BANYAKNYA MATA UANG YANG BEREDAR DIWILAYAH ISLAM<br />
Karena mulai meluasnya daerah kekuasaan dan dakwah kaum muslimin sehinnga kaum muslimin bebas bepergian dan berdagang diwilaya-wilayah bagian, namun terdapat kendala adanya banyak mata uang yang dipakai oleh ummat untuk berdagang sehingga membingungkan dan mempersulit proses perdagangan saat itu.<br />
	Saat itu berkembang tiga jenis mata uang, yaitu mata uang yang dikeluarkan oleh suku  Quraiys, mata uang yang dikeluarkan oleh bangsa romawi serta mata uang dari bangsa Persia, atas dasar hl itu ummat mengeluarkan perintah untuk menyamakan semua mata uang yang beredar diwilayah kaum muslimin, dengan ini dimulailah pemakaian mata uang yang sah yang dapat dipergunakan diwilayah ummat muslim yang dikeluarkan pada masa kkhalifahan umar bin khattab.<br />
5.	TIDAK ADA PENGORGANISASIAN PAJAK DAN GHANIMAH<br />
Saat rasululloh perolehan ghanimah langsung dibagikan oleh kaum muslimin yang ikut berperang, pada masa abu bakar pun juga, namun pada masa abu bakar pemerintah sudah menarik pajak dari ummat yang diolah oleh pemerintah, tanpa ada instansi terkait.<br />
Hal ini pada masa ummar bin khattab diperbaiki lagi sistemnya dengan pembentukn baitul mal sebagai tempat penerimaan pajak, zakat, ghanimah sekaligus sebagai tempat pendistribusiannya, umar menetapkan bahwa ghanimah perang tidak semuanya dibagikn kepada kaum muslim yang ikut berperang, namun juga diberikan kepada kaum yang ada diwilayah kekuasaan meskipun mereka kafir, tetapi atas kafir tersebut diwajibkan untuk membayar pajak pada pemerintahan umar, umar juga menghapus bagian zakat bagi kaum mu’alaf.</p>
<p>Daftar Pusataka</p>
<p>Murodi, Sejarah kebudayaan islam (MTS kelas 1), Toha putra, Semarang.<br />
No name, Umar bin Khattab, www.wikimedia-indonesia.com, diakses 14 November 2008<br />
Mambo, Umar bin Khattab Perkasa tapi Lembut, www.akmaliah.com, diakses 14 November 2008<br />
Khoiru Ummatin, Artikel lepas tentang Hasil peradapan  pasca kenabian.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fuadhasyim.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fuadhasyim.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fuadhasyim.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fuadhasyim.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fuadhasyim.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fuadhasyim.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fuadhasyim.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fuadhasyim.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fuadhasyim.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fuadhasyim.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fuadhasyim.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fuadhasyim.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fuadhasyim.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fuadhasyim.wordpress.com/68/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fuadhasyim.wordpress.com&amp;blog=5583290&amp;post=68&amp;subd=fuadhasyim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fuadhasyim.wordpress.com/2009/05/29/periode-khalifah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9569700e9300bae95b939d03ee5b6301?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fuadhasyim</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>motivasi 2</title>
		<link>http://fuadhasyim.wordpress.com/2009/05/29/motivasi-2/</link>
		<comments>http://fuadhasyim.wordpress.com/2009/05/29/motivasi-2/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 May 2009 15:31:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fuadhasyim</dc:creator>
				<category><![CDATA[konseling]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fuadhasyim.wordpress.com/?p=66</guid>
		<description><![CDATA[MOTIVASI BERAGAMA (Dalam kajian Psikologi Dakwah) BAB I PENDAHULUAN Manusia ialah makhluk yang diciptakan oleh Allah SWT dalam keadaan yang paling sempurna dari pada makhluk ciptaan yang lain karena diibekali oleh akal pikiran dan hawa nafsu secara sekaligus, manusia juga diberikan amanat oleh Allah SWT untuk menjadi pemimpin dan perawat bumi tempat tinggal manusia. Manusia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fuadhasyim.wordpress.com&amp;blog=5583290&amp;post=66&amp;subd=fuadhasyim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>MOTIVASI BERAGAMA<br />
(Dalam kajian Psikologi Dakwah)<br />
BAB I<br />
PENDAHULUAN</p>
<p>Manusia ialah makhluk yang diciptakan oleh Allah SWT dalam keadaan yang paling sempurna dari pada makhluk ciptaan yang lain karena diibekali oleh akal pikiran dan hawa nafsu secara sekaligus, manusia juga diberikan amanat oleh Allah SWT untuk menjadi pemimpin dan perawat bumi tempat tinggal manusia.<br />
Manusia juga dilahirkan dalam keadaan fitrah dan memiliki insting untuk beragama, namun dikemudian orang tuanyalah yang menjadikan manusia tersebut majusi, nasrani atau pun islam, hal ini juga sesuai dengan hadits yang nabi sampaikan. Karena telah dibuktikan bahwa manusia memang dalam dunia ini dan kehidupan sehari-hari memang membutuhkan agama dan membutuhkn tempat bersandar, dalam hal ini ialah tuhan.<br />
Motivasi yang terdapat dalam diri manusia memiliki berbagai macam jenis dan unsur-unsur yang dapat mempengaruhinya, terlebih lagi motivasi dalam beragama seseorang dan bagaimana memaknai agama sebagai suatu kebutuhan manusia itu sendiri.<br />
Atas dasar pendahuluan diatas dalam makalah ini pemakalah akan mencoba menyajikan tema tentang motivasi beragama dalam kajian psikologi agama berdasarkan literature-literatur yang kami dapatkan.</p>
<p>BAB II<br />
PEMBAHASAN</p>
<p>A.	Pengertian<br />
Motivasi merupakan dorongan dalam diri seseorang dalam usahanya untuk memenuhi keinginan, maksud dan tujuan.<br />
Agama berarti segenap kepercayaan kepada tuhan atau dewa serta dengan ajaran kebaktian dan kewajiban-kewajiban yang bertalian dengan kepercayaan itu.<br />
Motivasi atau dorongan beragama ialah merupakan dorongan psikis yang mempunyai landasan ilmiah dalam watak kejadian manusia. Dalam relung jiwanya manusia merasakan adanya dorongan untuk mencari dan memikirkan sang penciptanya dan pencipta alam semesta, dorongan untuk menyembahnya, meminta pertolongan kepadanya setiap kali ia ditimpa malapetaka dan bencana.<br />
B.	Macam-macam Motivasi<br />
Secara fitrah motivasi dalam diri manusia dapat dibagi menjadi tiga macam, yaitu :<br />
1.	MOTIVASI SPIRITUAL, hal ini terdiri dari keinginan manusia untuk terhindar dari sifat-sifat buruk yang mampu merusak keimanan :<br />
I.	Motivasi memelihara diri dari kemusyrikan<br />
II.	Motivasi memelihara diri dari kekufuran<br />
III.	Motivasi memelihara diri dari kemunafikan<br />
2.	MOTIVASI FISIOLOGIS (yang bersifat jasmaniah) yang terdiri dari:<br />
I.	Motivasi pemeliharaan diri<br />
II.	Motivasi kepada kelangsungan jenis (berkeluarga dan berketurunan)<br />
3.	MOTIVASI PSIKOLOGIS yang terdiri dari :<br />
I.	Motivasi memiliki<br />
II.	Motivasi Agresif (dalam kajian sifat, kata-kata maupun fisik)<br />
C.	Ayat-ayat Al-Quran tentang motivasi beragama<br />
QS.Al-Ara’af :172 :<br />
وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِنْ بَنِي آدَمَ مِنْ ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَى أَنْفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ قَالُوا بَلَى شَهِدْنَا أَنْ تَقُولُوا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّا كُنَّا عَنْ هَذَا غَافِلِينَ<br />
172.  Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): &#8220;Bukankah Aku Ini Tuhanmu?&#8221; mereka menjawab: &#8220;Betul (Engkau Tuban kami), kami menjadi saksi&#8221;. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: &#8220;Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap Ini (keesaan Tuhan)&#8221;,<br />
QS. Ar-Rum : 30<br />
فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا فِطْرَةَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا لا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لا يَعْلَمُونَ<br />
		30.  Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang Telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. tidak ada peubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui[1168],[1168]  fitrah Allah: maksudnya ciptaan Allah. manusia diciptakan Allah mempunyai naluri beragama yaitu agama tauhid. kalau ada manusia tidak beragama tauhid, Maka hal itu tidaklah wajar. mereka tidak beragama tauhid itu hanyalah lantara pengaruh lingkungan.<br />
QS. Adz-Dzariyaat: 56 :<br />
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ<br />
56.  Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.<br />
D.	Fungsi agama bagi manusia<br />
1)	Agama sebagai petunjuk bagi manusia<br />
Kebutuhan manusia terhadap hukum yang bernilai absolut hanya dapat dipenuhi bila ia datang dari yang absolut juga, yaitu hukum yang datang dari tuhan yang maha esa. Yang kemudian disebut agama. Jadi tampak jelas bahwa agama merupakan kebutuhan yang primer bagi manusia itu sendiri dan demi terselenggaranya ketertertiban dan peradapan manusia sebagai suatu kelompok ummat. Maka agama dapat dilihat sebagai hidayah yang diterima manusia dari tuhan, sebab dengan jalan hidayah itulah manusia dapat menemukan nilai-nilai yang dibutuhkan secara fitrawi sebagai sarana dan petunjuk dalam mewujudkan ketertiban dan mengembangkan peradapan dibumi ini.<br />
2)	Agama sebagai motivasi perbuatan moral<br />
Iman adalah landasan dan motivasi bagi manusia, ia tidak sekedar mempercayai hukum-hukum tuhan semata, tetapi juga mengamalkan dalam kehidupan yang nyata, kedudukan iman sebagai motivasi perbuatan moral yakni perbuatan yang sesuai dengan tuntunan hukum tuhan adalah dengan melihat kedudukan iman yang berada dilubuk hati manusia.<br />
3)	Agama dan kesehatan mental<br />
Agama tampaknya memang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Pengingkaran manusia terhadap agama mungkin karena faktor-faktor tertentu baik yang disebabkan oleh kepribadian maupun lingkungan masing-masing. Namun untuk menutupi atau meniadakan sama sekali dorongan dan rasa keagamaan kelihatannya sulit dilakukan, hal ini Karena manusia ternyata memiliki unsur batin yang cenderung mendorongnya untuk tunduk kepada Zat yang gaib, ketundukan ini merupakan bagian dari faktor intern manusia dalam psikologi kepribadian dinamakan pribadi (Self) ataupun hati nurani (conscience of man).<br />
Fitrah manusia sebagai makhluk ciptaan Allah SWT ialah manusia diciptakan mempunyai naluri beragama yaitu agama tauhid. Kalau ada manusia tidak beragama tauhid, maka tidak wajar, mereka tidak beragama tauhid itu hanya karena pengaruh lingkungan<br />
D.	Tingkatan motivasi<br />
1.	Motivasi Hewani, ialah motivasi memebuhi kebutuhan hidup tanpa memperhatikan keadan dari suatu yang diperolehnyadan cara memanfaatkannya, seperti ketika ingin menghilangkan rasa lapar dan haus Ia tidak peduli apakah yang dimakan halal atau haram.<br />
2.	Motivasi Insani, ialah motivasi yang terdapat didalam diri manusia yang memiliki akal yang sehat, hati yang bersih, dan indrawi yang tajam, dalam merespon motivasi atau rangsangan selalu menggunakan hati, indrawi dan akal sehat.<br />
3.	Motivasi Rabbani, ialah dorongan jiwa yang terdapat dalam diri manusia yang telah mencapai tingkat kesempurnaan diri melalui ketaatannya yang sangat sempurna dalam menjalankan perintah dan menjauhi larangan Allah SWT, motivasi ini adalah dorongan jiwa yang dianugrahkan oleh Allah kepada para nabi, rasul, auliya, sebagai ahli waris dari para nabi-nabi terdahulu.<br />
BAB III<br />
PENUTUP</p>
<p>Motivasi atau dorongan beragama ialah merupakan dorongan psikis yang mempunyai landasan ilmiah dalam watak kejadian manusia. Dalam relung jiwanya manusia merasakan adanya dorongan untuk mencari dan memikirkan sang penciptanya dan pencipta alam semesta, dorongan untuk menyembahnya, meminta pertolongan kepadanya setiap kali ia ditimpa malapetaka dan bencana.<br />
Macam-macam motivasi ada tiga yaitu : motivasi spiritual yang terdiri dari (motivasi memelihara diri dari kemusyrikan, kekufuran dan kemunafikan), motivasi fisiologis yang terdiri dari (motivasi pemeliharaan diri dan motivasi kepada kelangsungan jenis) dan motivasi psikologis yang terdiri dari (motivasi memiliki, motivasi agresif).<br />
Agama terhadap manusia  mempunyai tiga fungsi penting yakni Agama sebagai petunjuk bagi manusia, Agama sebagai motivasi perbuatan moral, Agama dan kesehatan mental, sedangkan tingkatan motivasi itu sendiri ada tiga yaitu motivasi hewani, motivasi insani dan motivasi rabbani.<br />
 Pemakalah menyadari dalam proses pembuatan dan penyampaian makalah terdapat banyak kesalahan dan kekhilafan, pemakalah sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun untuk pemakalah guna mengingatkan dan memperbaiki setiap kesalahan yang ada dalam proses pembuatan dan penyampaian makalah. Terakhir tidak lupa pemakalah mengucapkan rasa syukur kehadirat Allah SWT serta terima kasih kepada pihak-pihak yang membantu dalam proses pembuatan makalah</p>
<p>Daftar pustaka</p>
<p>Siaksoft, Pengertian Motivasi, www.siaksoft.com, diakses tanggal 5 September 2008<br />
WJS.Poerwadarminta, Kamus Umum Bahasa Indonesia, Jakarta Balai Pustaka, 1985<br />
Faizah, Lalu muhsin effendi, Psikologi Dakwah, Jakarta: Prenada Media, 2006<br />
Hamdani bakran Ad-Dzakiy, Psikologi Kenabian, Yogyakarta, Pustaka Al-Quran, 2005<br />
Suisyanto, Pengantar Filsafat Dakwah, Yogyakarta , Teras, 2006<br />
Jalaludin, Psikologi Agama, Jakarta, Raja Grafindo Persada, 2007</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fuadhasyim.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fuadhasyim.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fuadhasyim.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fuadhasyim.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fuadhasyim.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fuadhasyim.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fuadhasyim.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fuadhasyim.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fuadhasyim.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fuadhasyim.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fuadhasyim.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fuadhasyim.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fuadhasyim.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fuadhasyim.wordpress.com/66/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fuadhasyim.wordpress.com&amp;blog=5583290&amp;post=66&amp;subd=fuadhasyim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fuadhasyim.wordpress.com/2009/05/29/motivasi-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9569700e9300bae95b939d03ee5b6301?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fuadhasyim</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>motivasi</title>
		<link>http://fuadhasyim.wordpress.com/2009/05/29/motivasi/</link>
		<comments>http://fuadhasyim.wordpress.com/2009/05/29/motivasi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 May 2009 15:23:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fuadhasyim</dc:creator>
				<category><![CDATA[konseling]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fuadhasyim.wordpress.com/?p=64</guid>
		<description><![CDATA[MOTIVASI (Pengertian dan Aspek-Aspek Motivasi) BAB I PENDAHULUAN Manusia adalah makhluk sosial, makhluk yang selalu membutuhkan interaksi dan komunikasi dengan orang lain, berhubungan dengan orang lain akan dapat mengerti tentang realitas yang ada serta kesehatan mental seseorang dapat diukur dari intensitas komunikasinya. Dalam berinteraksi manusia akan melakukan singgumgan-singgungan sehingga menghasilkan tekanan-tekanan, sehingga akan dapat dimungkinkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fuadhasyim.wordpress.com&amp;blog=5583290&amp;post=64&amp;subd=fuadhasyim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>MOTIVASI<br />
(Pengertian dan Aspek-Aspek Motivasi)</p>
<p>BAB I<br />
PENDAHULUAN</p>
<p>	Manusia adalah makhluk sosial, makhluk yang selalu membutuhkan interaksi dan komunikasi dengan orang lain, berhubungan dengan orang lain akan dapat mengerti tentang realitas yang ada serta kesehatan mental seseorang dapat diukur dari intensitas komunikasinya.<br />
	Dalam berinteraksi manusia akan melakukan singgumgan-singgungan sehingga menghasilkan tekanan-tekanan, sehingga akan dapat dimungkinkan seseorang individu akan merasa tertekan baik tertekan melalui keluarga,lingkungan atau bahkan diri sendiri.<br />
	Untuk itu dibutuhkan suatu dorongan untuk individu tersebut baik berupa nasehat, teguran atau pun masukan agar individu yang bersangkutan dapat terlepas dari tekanan yang dirasakan, hal ini dalam bahasa psikologi disebut motivasi.<br />
	Dalam makalah ini kami akan mencoba menyampaikan tentang motivasi dalam kajian definisi dan aspek-aspek yang mendukungnya, sesuai dengan literature-literatur yang telah kami baca.</p>
<p>BAB II<br />
PEMBAHASAN</p>
<p>A.	Pengertian Motivasi<br />
		Pengertian motivasi menurut beberapa pakar :<br />
1.	Chung dan Meggison, Motivasi merupakan prilaku yang ditujukan kepada sasaran, motivasi berkaitan dengan tingkat usaha yang dilakukan oleh seseorang dalam mengejar suatu tujuan. Motivasi berkaitan erat dengan kepuasan pekerja.<br />
2.	Stoner &amp; Freeman, Motivasi adalah karakteristik psikologi manusia yang memberi kontribusi pada tingkat komitmen seseorang. Hal ini termasuk faktor-faktor yang menyebabkan, menyalurkan dan mempertahankan tingkah laku manusia dalam arah tekad tertentu.<br />
3.	Kartini Kartono, Motivasi adalah dorongan terhadap seseorang agar mau melaksanakan sesuatu. Dengan dorongan (driving force) di sini dimaksudkan: desakan yang alami untuk memuaskan kebutuhan-kebutuhan hidup dan merupakan kecenderungan untuk mempertahankan hidup.<br />
Dari defenisi di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa pada dasarnya defenisi di atas mempunyai pengertian yang sama, yaitu semuanya mengandung unsur dorongan dan keinginan. Dengan demikian maka dapat diambil kesimpulan bahwa motivasi merupakan dorongan dalam diri seseorang dalam usahanya untuk memenuhi keinginan, maksud dan tujuan.<br />
Ada tiga point penting dalam pengertian motivasi yaitu hubungan antara kebutuhan, dorongan dan tujuan. Kebutuhan muncul karena adanya sesuatu yang kurang dirasakan oleh seseorang, baik fisologis maupun psikologis. Dorongan merupakan arahan untuk memenuhi kebituhan tadi, sedangkan tujuan adalah akhir dari satu siklus motivasi (Luthans, 1988:184).<br />
B.	Konsep Motivasi Menurut Abraham H. Maslow<br />
Maslow mengatakan bahwa hanya kebutuhan yang belum terpenuhi yang memotivasi perilaku manusia. Teori Maslow ini menekankan pada dua pemikiran pokok :<br />
1.       Manusia mempunyai banyak kebutuhan, tetapi kebutuhan-kebutuhan yang belum terpenuhi yang mempengaruhi perilaku manusia<br />
2.       Kebutuhan manusia di kelompokkan kedalam hirarki menurut kepentingannya bila suatu kebutuhan dipenuhi maka kebutuhan lainnya lebih tinggi muncul untuk dipuaskan.(siak soft milik anda)<br />
Teori Maslow berpendapat bahwa manusia mempunyai 5 (lima) kebutuhan sosial, meliputi :<br />
1.      Kebutuhan fisikologikal seperti sandang, pangan dan papan<br />
2.      Kebutuhan keamanan, tidak hanya dalam arti fisik akan tetapi dengan mental psikologikal dan intelektual<br />
3.       Kebutuhan sosial, berupa persahabatan dan ketertiban<br />
4.      Kebutuhan prestise yang pada umumnya tercermin dalam berbagai simbol-simbol status.<br />
5.      Aktualisasi diri dalam arti tersedianya kesempatan bagi seseorang untuk mengembangkan potensi yang terdapat dalam dirinya sehingga berubah jadi kemampuan nyata.<br />
C.	Aspek-Aspek Motivasi<br />
	Aspek-aspek motivasi adalah :<br />
1.	Aspek fisik, meliputi penilaian individu terhadap segala sesuatu yang dimilikinya, seperti tubuh, pakaian, benda miliknya, dan lain sebagainya,<br />
2.	Aspek psikis, meliputi pikiran, perasaan, dan sikap yang dimiliki individu terhadap dirinya sendiri,<br />
3.	Aspek sosial, meliputi kemampuan dalam berhubungan dengan dunia di luar dirinya, perasaan mampu dan berharga dalam lingkup interaksi sosial dengan orang lain secara umum,<br />
4.	Aspek moral, meliputi nilai dan prinsip yang memberi arti serta arah bagi kehidupan seseorang, arti dan nilai moral, hubungan dengan Tuhan, perasaan menjadi orang “baik atau berdosa”, dan kepuasan atau ketidakpuasan terhadap agama yang dianut.<br />
5.	Aspek seksual, meliputi pikiran dan perasaan individu terhadap perilaku dan pasangannya dalam hal seksualitas.<br />
6.	Aspek keluarga, meliputi arti keberadaan diri di dalam keluarga, hubungan dengan dan dalam keluarga.<br />
7.	Aspek diri secara keseluruhan, meliputi pikiran, perasaan, dan sikap yang dimiliki individu terhadap dirinya sendiri.<br />
Kombinasi dari keseluruhan aspek tersebut adalah gambaran mengenai diri seseorang, baik persepsi terhadap diri nyatanya maupun penilaian berdasarkan harapannya</p>
<p>BAB III<br />
PENUTUP<br />
	Motivasi mengandung unsur dorongan dan keinginan. Dengan demikian maka dapat diambil kesimpulan bahwa motivasi merupakan dorongan dalam diri seseorang dalam usahanya untuk memenuhi keinginan, maksud dan tujuan. Ada tiga point penting dalam pengertian motivasi yaitu hubungan antara kebutuhan, dorongan dan tujuan. Kebutuhan muncul karena adanya sesuatu yang kurang dirasakan oleh seseorang, baik fisologis maupun psikologis. Dorongan merupakan arahan untuk memenuhi kebituhan tadi, sedangkan tujuan adalah akhir dari satu siklus motivasi.<br />
	Menurut maslow manusia memiliki dua kebutuhan pokok dan lima kebutuhan sosial. Aspek-aspek motivasi terdiri dari tujuh aspek yaitu, aspek fisik, psikis, sosial, moral, sosial, keluarga dan aspek dari dalam diri sendiri.<br />
	Pemakalah menyadari dalam proses pembuatan dan penyampaian makalah terdapat banyak kesalahan dan kekhilafan, pemakalah sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun untuk pemakalah guna mengingatkan dan memperbaiki setiap kesalahan yang ada dalam proses pembuatan dan penyampaian makalah. Terakhir tidak lupa pemakalah mengucapkan rasa syukur kehadirat Allah SWT serta terima kasih kepada pihak-pihak yang membantu dalam proses pembuatan makalah. </p>
<p>DAFTAR PUSTAKA</p>
<p>Siaksoft, diakses tanggal 5 September 2008, Pengertian 	Motivasi, www.siaksoft.com.<br />
Inna-PPNI, diakses tanggal 5 September 	2008<br />
	,Pengertian Motivasi, www.inna-ppni.or.id.<br />
Wikimedia Indonesia, diakses tanggal 5 	September 2008 	Aspek-aspek motivasi, www.wikimedia.co.id.<br />
Jalaluddin Rakhmat, 1996, Psikologi Komunikasi, Bandung, PT. 	Remaja Rosda Karya.<br />
Psikologi Perkembangan, 1994, Psikologi Perkembangan, 	Yogyakarta, Gaja Mada Press</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fuadhasyim.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fuadhasyim.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fuadhasyim.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fuadhasyim.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fuadhasyim.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fuadhasyim.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fuadhasyim.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fuadhasyim.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fuadhasyim.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fuadhasyim.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fuadhasyim.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fuadhasyim.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fuadhasyim.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fuadhasyim.wordpress.com/64/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fuadhasyim.wordpress.com&amp;blog=5583290&amp;post=64&amp;subd=fuadhasyim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fuadhasyim.wordpress.com/2009/05/29/motivasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9569700e9300bae95b939d03ee5b6301?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fuadhasyim</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Puasa</title>
		<link>http://fuadhasyim.wordpress.com/2009/05/29/puasa-2/</link>
		<comments>http://fuadhasyim.wordpress.com/2009/05/29/puasa-2/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 May 2009 15:22:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fuadhasyim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fuadhasyim.wordpress.com/?p=62</guid>
		<description><![CDATA[PUASA (Dalam Kajian Al-Hadits dan Al-Quran) BAB I PENDAHULUAN Puasa merupakan salah satu rukun kewajiban yang harus dijalankan bagi seluruh ummat Islam minimal satu tahun sekali pada saat ramadhan, puasa juga salah satu komponen yang terdapat dalam rukun Islam, dimana rukun Islam tersebut merupakan syariat yang penting dalam Islam. Keberadaan puasa dalam Islam tidak terlepas [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fuadhasyim.wordpress.com&amp;blog=5583290&amp;post=62&amp;subd=fuadhasyim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>PUASA<br />
(Dalam Kajian Al-Hadits dan Al-Quran)</p>
<p>BAB I<br />
PENDAHULUAN</p>
<p>Puasa merupakan salah satu rukun kewajiban yang harus dijalankan bagi seluruh ummat Islam minimal satu tahun sekali pada saat ramadhan, puasa juga salah satu komponen yang terdapat dalam rukun Islam, dimana rukun Islam tersebut merupakan syariat yang penting dalam Islam.<br />
Keberadaan puasa dalam Islam tidak terlepas dari landasan teks yang terdapat dalam Al-Quran dan Al-Hadits yng mungkin akan pemakalah sebutkan beberapa namun sebelum penyampaian makalah, pemakalah memohon maaf kepada audiens apabila dalam penulisan hadits hanya ditulis artinya saja, hal ini semata-mata karena keterbatasan yang terdapat dalam diri pemakalah untuk itu kami mohon dimaklumi.<br />
Dalam Islam puasa ada beberapa macam, ada puasa wajib, sunnah , makruh dan juga ada juga puasa yang haram, selain itu puasa juga memiliki rukun, syarat wajib dan yang dapat membatalkan puasa itu sendiri berdasarkan pendahuluan diatas dalam makalah ini pemakalah akan berusaha menjelaskan tentang puasa berdasarkan Al-Hadits dan Al-Quran yang pemakalah dapat dari buku-buku referensi kami.</p>
<p>BAB II<br />
PEMBAHASAN<br />
A.	Pengertian<br />
Puasa atau syaum menurut lughawi berarti menahan diri segala sesuatu , hal ini sesuai dengan QS.Al-Baqarah 187:<br />
وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الأبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الأسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ<br />
187.  makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar.<br />
Pengertian tekstual Al-Quran ini juga diperkuat oleh beberapa hadits seperti:<br />
“Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan zur (dusta, umpat, futnah dan segenap perkataan yang mendatangkan kemarahan Allah, yang membuat sengketa dan onar)serta tidak meninggalkan pekerjaan-pekerjaan itu maka tidak ada hajat bagi Allah (walaupun)ia meninggalkan makan dan minum.’’(HR. Bukhori)<br />
Pengertian secara syara’ puasa ialah suatu ibadah kepada Allah SWT dengan syarat dan rukun tertentu dengan jalan menahan diri dri makan, minum, hubungan seksual dan perbuatan yang dapat merugikan atau mengurangi makna/nilai dari pada puasa tersebut semenjak terbit fajar sampai terbenam matahari.<br />
B.	Macam-macam puasa dan dasar hukum puasa<br />
1.	PUASA WAJIB<br />
a.	Puasa Ramadan, dengan dasar hukum QS. Al-Baqarah : 185 :<br />
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ<br />
(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur&#8217;an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil). Karena itu, barang siapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu.<br />
Dasar haditsnya ialah :<br />
“Islam ditegakkan atas lima perkara yaitu : bersaksi tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah rasululloh, mendirikan sholat, membayar zakat, berpuasa dibulan ramadhan serta berhaji kebaitulloh”(HR. Bukhori, Muslim dan Ahmad)<br />
b.	Puasa karena nazar dengan dasar hukum, QS. Maryam : 26 :<br />
فَكُلِي وَاشْرَبِي وَقَرِّي عَيْنًا فَإِمَّا تَرَيِنَّ مِنَ الْبَشَرِ أَحَدًا فَقُولِي إِنِّي نَذَرْتُ لِلرَّحْمَنِ صَوْمًا فَلَنْ أُكَلِّمَ الْيَوْمَ إِنْسِيًّا<br />
26.  Maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu. jika kamu melihat seorang manusia, Maka Katakanlah: &#8220;Sesungguhnya Aku Telah bernazar berpuasa untuk Tuhan yang Maha pemurah, Maka Aku tidak akan berbicara dengan seorang manusiapun pada hari ini&#8221;.<br />
Dasar haditsnya ialah :<br />
“Apabila orang bernazar menjalankan puasa, maka nazar itu harus dipenuhi” (HR. Bukhori)<br />
c.	Puasa kifarat atau denda dengan dasar hukum QS. Al-Maidah : 89 :<br />
يُؤَاخِذُكُمْ بِمَا عَقَّدْتُمُ الأيْمَانَ فَكَفَّارَتُهُ إِطْعَامُ عَشَرَةِ مَسَاكِينَ مِنْ أَوْسَطِ مَا تُطْعِمُونَ أَهْلِيكُمْ أَوْ كِسْوَتُهُمْ أَوْ تَحْرِيرُ رَقَبَةٍ فَمَنْ لَمْ يَجِدْ فَصِيَامُ ثَلاثَةِ أَيَّامٍ<br />
Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja, maka kafarat (melanggar) sumpah itu, ialah memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi pakaian kepada mereka atau memerdekakan seorang budak. Barang siapa tidak sanggup melakukan yang demikian, maka kafaratnya puasa selama tiga hari.<br />
d.	Puasa Qadla dengan dasar hukum QS. Al-Baqarah : 184 :<br />
أَيَّامًا مَعْدُودَاتٍ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَهُ وَأَنْ تَصُومُوا خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ</p>
<p>184.  (yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), Maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan[114], Maka Itulah yang lebih baik baginya. dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu Mengetahui.[114]  maksudnya memberi makan lebih dari seorang miskin untuk satu hari.<br />
Dasar haditsnya ialah :<br />
”Barang siapa meninggal dunia, dan masih ada kewajiban puasa atasnya, maka dipuasakanlah (diqadla) oleh walinya”(HR. Bukhori-Muslim)</p>
<p>2.	PUASA YANG HUKUMNYA SUNNAH<br />
a.	Puasa 6 hari di bulan Syawal, haditsnya :<br />
“Dari Abu Ayyub, Rasulloh SAW berkata : barang siapa puasa pada bulan ramadhan kemudian ia puasa pula enam hari pada bula syawal adalah seperti puasa sepanjang masa”(HR. Muslim)<br />
b.	Puasa Arafah (9 Dzulhijjah), hadistnya :<br />
“Dari Abu Qatadah : Nabi besar SAW bersabda : Puasa hari arafah itu menghapus dosa dua tahun, satu tahun yang telah lalu dan satu tahun yang akan datang”(HR.Muslim)<br />
c.	Puasa Senin-Kamis, haditsnya :<br />
“Dari Aisyah : Nabi Muhammad SAW memilih waktu puasa pada hari senin dan hari kamis”(HR. At Tirmidzi)<br />
d.	Puasa bulan Sya’ban, haditsnya :<br />
“Kata Aisyah : saya telah melihat rasululloh SAW menyempurnakan puasa satu bulan cukup selain bulan ramdhan, dan saya tidak melihat beliau pada bulan-bulan lain berpuasa lebih banyak pada bulan Sya’ban”(HR. Bukhori Muslim)<br />
e.	Puasa tengah bulan (tanggal 13, 14, 15 tiap kalender bulan Qomariah), haditsnya :<br />
“dari Abu Zarr: Rasululloh SAW telah bersabda: hai abu zarr, apabila engkau hendak puasa hanya tiga hari dalam satu bulan hendaklah engkau puasa tanggal 13, 14, dan 15”(HR. Ahmad dan An Nasa’i)<br />
f.	Puasa Asyura (pada bulan muharam), haditsnya :<br />
“Dari Abu Qatadah, Rasululloh SAW berkata : Puasa hari asyura itu menghapuskan dosa satu tahun yang lalu”<br />
3.	PUASA YANG HUKUMNYA MAKRUH<br />
		Hari yang dimakruhkan untuk berpuasa ialah hari-hari yang mendekati bulan ramadhan (dikarenakan ragu-rahu apakah sudah memasuki ramdhan atau belum) kecuali bagi orang yangsudah terbiasa berpuasa atau berpuasa sepanjang tahun.<br />
4.	PUASA YANG HUKUMNYA HARAM<br />
		Puasa yang hukumnya haram ialah puasa pada dua hari raya, idul fitri dan idul adha, hari tasyrik, dengan dasar hadits :<br />
	“Dari Anas bahwasanya nabi SAW telah melarang berpuasa dalam lima hari dalam setahun yaitu hari raya idul fitri, idul adha dan hari tasyrik”(HR. Ad Daruquthni)<br />
C.	Syarat wajib Puasa<br />
1.		Beragama Islam<br />
2.	Berakal sehat<br />
3.	Baligh (sudah cukup umur)<br />
4.	Mampu melaksanakannya<br />
5.	Orang yang sedang berada di tempat (tidak sedang safar)<br />
Dengan berdasarkan hadits : “Ketetapan hukum tidak diberlakukan atas tiga hal, yaitu orang gila sampai ia sadar kembali (yakni sembih dari kegilaannya)orang yang dalam keadaan tidur sampai ia terjaga dan anak kecil sampai ia baligh”(HR. Ahmad, Abu Daud dan Tirmidzi)<br />
D.	Syarat Syah Puasa<br />
1.	Islam<br />
2.	Mumasyiz<br />
3.	Suci dari darah haid<br />
4.	Dikerjakan pada waktu yang diperbolehkan untuk puasa.<br />
E.	Rukun Puasa<br />
1.	Niat, berdasarkan hadits : “Sesungguhnya segala amal perbuatan itu tergantung kepada niat dan setiap manusia hanya memperoleh menurut apa yang diniatkannya”(HR. Bukhori)<br />
2.	Meninggalkan segala hal yang membatalkan puasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari.<br />
F.	Hal-hal yang membatalkan puasa<br />
1.	Masuknya sesuatu kedalam perut (makan-minum, dll) secara sengaja.<br />
2.	Muntah secara disengaja, berdasarkan hadits : “dari Abu Hurairah telah bersabda rasululloh SAW barang siapa terpaksa muntah tidaklah wajib mengqadha puasanya dan barang siapa yang mengusahakan muntah dengan sengaja maka hendaklah dia mengqadla puasanya”<br />
3.	Bersenggama diwaktu siang (wajib membayar puasa kifarat).<br />
4.	Masturbasi (mengeluarkan sperma secara disengaja).<br />
5.	Nifas, Haid, dengan dasar hadits : “dari Aisyah pada masa rasululloh SAW kami (yakni kaum wanita)yang mengalami haid diperintahkan agar mengqadla puasa tetapi tidak mengqadla shalat”(HR. Bukhori-Muslim)<br />
6.	Gila<br />
7.	Murtad.<br />
F.	Kelonggaran tidak berpuasa, berlaku untuk :<br />
1.	Perempuan yang hamil dan menyusui<br />
2.	Orang yang sakit<br />
3.	Orang yang bepergian<br />
4.	Orang yang lanjut usia, hal ini berdasarkan Al-Quran surat Al-Baqarah 184-185 :<br />
أَيَّامًا مَعْدُودَاتٍ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَهُ وَأَنْ تَصُومُوا خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ<br />
184.  (yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), Maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan[114], Maka Itulah yang lebih baik baginya. dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu Mengetahui.<br />
185.  (beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, Maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), Maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur. [114]  maksudnya memberi makan lebih dari seorang miskin untuk satu hari.<br />
G.	Beberapa hal yang tidak terlarang dalam Puasa<br />
1.	Mandi Ketika berpuasa<br />
2.	Menggunakan celak dan obat tetes mata atau tetes hidung<br />
3.	Suntikan untuk obat<br />
4.	Berkumur-kumur dan memasukkan air kehidung sebelum waktu dhuhur<br />
5.	Menelan luidah, debu jalanan, angin, dll<br />
6.	Makan, minum dan bersenggama sampai sebelum imsyak<br />
7.	Memulai berpuasa dalam keadaan junub (namun disunnahkan segera bersuci atau mandi besar)<br />
8.	Mencium istri saat berpuasa. </p>
<p>BAB III<br />
PENUTUP</p>
<p>Pengertian secara syara’ puasa ialah suatu ibadah kepada Allah SWT dengan syarat dan rukun tertentu dengan jalan menahan diri dri makan, minum, hubungan seksual dan perbuatan yang dapat merugikan atau mengurangi makna/nilai dari pada puasa tersebut semenjak terbit fajar sampai terbenam matahari, puasa memiliki empat macam yaitu puasa wajib, sunnah makruh dan puasa yang haram, puasa wajib diantaranya Puasa Ramadhan, Puasa karena nazar, Puasa kifarat, Puasa Qadla, puasa sunnah diantaranya Puasa 6 hari di bulan Syawal, Puasa Arafah (9 Dzulhijjah), Puasa Senin-Kamis, Puasa bulan Sya’ban, Puasa tengah bulan (tanggal 13, 14, 15 tiap kalender bulan Qomariah), Puasa Asyura (pada bulan muharam), puasa yang makruh ialah puasa yang mendekati bulan ramadhan dimana akan terjadi keragu-raguan apakah sudah memasuki ramadha atau belum tapi terkecuali bagi orang yang sudah terbiasa puasa atau telah puasa sepanjang tahun sedangkan puasa yang haram ialah puasa pada dua hari raya dan pada hari tasyrik.<br />
Seperti kewajiban-kewajiban yang lain puasa juga memiliki syarat wajib, syarat syah dan rukun puasa, serta juga terdapat hal-hal yang dapat membatalkan puasa itu sendiri.<br />
Pemakalah menyadari dalam proses pembuatan dan penyampaian makalah terdapat banyak kesalahan dan kekhilafan, pemakalah sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun untuk pemakalah guna mengingatkan dan memperbaiki setiap kesalahan yang ada dalam proses pembuatan dan penyampaian makalah. Terakhir tidak lupa pemakalah mengucapkan rasa syukur kehadirat Allah SWT serta terima kasih kepada pihak-pihak yang membantu dalam proses pembuatan makalah. </p>
<p>Daftar Pustaka<br />
Sulaiman Rasyid, Fiqh Islam, (Bandung : Sinar Baru Algensindo, 2000)<br />
Zaskia Drajat, dkk, Ilmu Fiqh, (Yogyakarta : Dana Bhakti Wakaf, 1995)<br />
Abdul Fatah Idris dan Abu Ahmadi, Fiqh Islam Lengkap, (Jakarta : Rineka Cipta, 1999)<br />
Muhammad Bagir Al-Habsyi, Fiqh Praktis, (Bandung : Mizan, 1999)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fuadhasyim.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fuadhasyim.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fuadhasyim.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fuadhasyim.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fuadhasyim.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fuadhasyim.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fuadhasyim.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fuadhasyim.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fuadhasyim.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fuadhasyim.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fuadhasyim.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fuadhasyim.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fuadhasyim.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fuadhasyim.wordpress.com/62/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fuadhasyim.wordpress.com&amp;blog=5583290&amp;post=62&amp;subd=fuadhasyim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fuadhasyim.wordpress.com/2009/05/29/puasa-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9569700e9300bae95b939d03ee5b6301?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fuadhasyim</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>info islam</title>
		<link>http://fuadhasyim.wordpress.com/2009/05/29/info-islam/</link>
		<comments>http://fuadhasyim.wordpress.com/2009/05/29/info-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 May 2009 15:12:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fuadhasyim</dc:creator>
				<category><![CDATA[agama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fuadhasyim.wordpress.com/?p=60</guid>
		<description><![CDATA[Hukum Islam Berkembang di Amerika Serikat 01 Apr 2009 &#124; 0 Komentar &#124; Berita &#38; Artikel WASHINGTON&#8211;Seiring berkembangnya jumlah pemeluk Islam di Amerika Serikat (AS), pengaruh dan penerapan hukum Islam atau syariat dalam kehidupan di negeri Paman Sam juga meningkat. &#8220;Hukum syariat adalah kewajiban seluruh umat Muslim,&#8221; ungkap Abdullahi an-Na&#8217;im, seorang guru besar hukum pada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fuadhasyim.wordpress.com&amp;blog=5583290&amp;post=60&amp;subd=fuadhasyim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hukum Islam Berkembang di Amerika Serikat</p>
<p>01 Apr 2009 | 0 Komentar | Berita &amp; Artikel</p>
<p>WASHINGTON&#8211;Seiring berkembangnya jumlah pemeluk Islam di Amerika Serikat (AS), pengaruh dan penerapan hukum Islam atau syariat dalam kehidupan di negeri Paman Sam juga meningkat.</p>
<p>&#8220;Hukum syariat adalah kewajiban seluruh umat Muslim,&#8221; ungkap Abdullahi an-Na&#8217;im, seorang guru besar hukum pada Emory University di Atlanta, seperti diberitakan Fox News, Senin (30/3). Menurut dia, syariat yang dipegang teguh umat Islam juga dimiliki umat agama lain. Pemeluk Yahudi memiliki Hukum Talmudic dan Katholik memiliki Canon Law.<br />
Menurut an-Na&#8217;im, hukum Islam merupakan aturan berperilaku dan bertindak bagi seluruh kaum Muslim. An-Na&#8217;im menuturkan, penerapan hukum Islam yang dilakukan setiap umat Muslim di AS dalam kehidupan sehari-hari bukanlah ancaman bagi Amerika. Kekhawatiran itu sempat dilontarkan Frank Gaffney, pendiri dan presiden Center for Security Policy&#8211;sebuah tangki pemikir di Washington.<br />
Gaffney sempat memprediksi AS akan menghadapi masalah yang seperti dihadapi negara-negara Eropa. Kata dia, di Eropa nilai-nilai agama yang dianut Muslim imigran kerapkali berbenturan dengan budaya asli yang sekuler. Namun, kekhawatiran itu ditepis Prof an-Na&#8217;im. Menurut an-Na&#8217;im, hal seperti itu tak akan terjadi di negeri adidaya.<br />
&#8220;Sekulerisme masyarakat Amerika yang beragama terbukti lebih menerima peran publik untuk beragama. Selain itu, terbukti pula Amerika lebih kondusif bagi Muslim. Sebagai warga negara, umat Muslim merasa nyaman hidup dengan nilai-nilai agama dan kewarganegaraannya dibandingkan negara-negara Eropa,&#8221; papar an-Na&#8217;im.<br />
Sebagai Muslim, kata dia, setiap umat Islam di AS perlu memegang teguh syariat dalam kehidupan sehari-hari. &#8221;Namun, sebagai warga negara, saya adalah warga negara Amerika Serikat,&#8221; kata an-Na&#8217;im menegaskan. &#8221;Saya berutang kesetiaan kepada Amerika dan konstitusi negara ini.&#8221; Menurut dia, menjalankan nilai-nila agama dalam perilaku diri tak bertentangan dengan konstitusi dan kesetiaan terhadap Amerika.<br />
Perlahan namun pasti, penerapan syariat mulai berkembang di negeri Paman Sam. Pada 2006 lalu, sopir taksi Muslim telah mulai menolak penumpang yang membawa minuman keras. Seperti, diberitakan Fox News, tahun lalu, Tyson Foods, sebuah pabrik in Shelbyville, Tennessee, mengganti hari libur buruh dengan libur Idul Fitri bagi pekerja Muslim yang kebanyakan adalah imigran asal Somalia.<br />
Tahun 2007, University of Michigan membangun tempat wudhu bagi para mahasiswa Muslim. Sacramento News juga melaporkan, dengan menerapkan hukum syariat, umat Muslim di negara itu terhindar dari resesi ekonomi. Menurut Sacramento News, Muslim AS tak menjadi korban krisis global karena menghindari segala bentuk riba.<br />
&#8220;Jika semua orang menerapkan syariat, tak akan ada resesi,&#8221; tutur  Farouk Fakira, seorang imigran asal Yaman yang menjadi moderator sebuah diskusi keuangan Islam di Masjid Annur, Sacramento, akhir pekan lalu.<br />
Fakira (57), seperti Muslim lokal lainnya menyewa sebuah rumah. Ia berupaya untuk menghindari &#8216;bunga&#8217; yang hukumnya haram. Menurut Imam Muhammed Abdul Azeez, pemimpin Sacramento Area League of Associated Muslims (SALAM), syariat telah diperkenalkan sejak 1.400 tahun lalu oleh Rasulullah SAW.<br />
Sekitar 20 persen dari 50 ribu Muslim di Sacramento telah menerapkan ekonomi syariah yang sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad SAW. </p>
<p>Sumber : www. mohammadihsan.com</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fuadhasyim.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fuadhasyim.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fuadhasyim.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fuadhasyim.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fuadhasyim.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fuadhasyim.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fuadhasyim.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fuadhasyim.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fuadhasyim.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fuadhasyim.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fuadhasyim.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fuadhasyim.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fuadhasyim.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fuadhasyim.wordpress.com/60/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fuadhasyim.wordpress.com&amp;blog=5583290&amp;post=60&amp;subd=fuadhasyim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fuadhasyim.wordpress.com/2009/05/29/info-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9569700e9300bae95b939d03ee5b6301?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fuadhasyim</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>pendekatan kelompok dalam bimbingan</title>
		<link>http://fuadhasyim.wordpress.com/2009/05/29/pendekatan-kelompok-dalam-bimbingan/</link>
		<comments>http://fuadhasyim.wordpress.com/2009/05/29/pendekatan-kelompok-dalam-bimbingan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 May 2009 15:11:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fuadhasyim</dc:creator>
				<category><![CDATA[konseling]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fuadhasyim.wordpress.com/?p=58</guid>
		<description><![CDATA[KONFLIK DALAM KELOMPOK DAN ALTERNATIF SOLUSI 1. Studi Kasus Dalam sebuah team diskusi kelompok beranggotakan 3 orang, anggota kelompok menyusun jadwal pertemuan rutin kelompok setiap kamis pagi pukul 08.00 WIB karena dirasa waktu tersebut sudah sesuai dan tidak berbenturan dengan jadwal anggota satu sama lain namun pada praktiknya, saat hari kamis pagi salah satu anggota [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fuadhasyim.wordpress.com&amp;blog=5583290&amp;post=58&amp;subd=fuadhasyim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>KONFLIK DALAM KELOMPOK DAN ALTERNATIF SOLUSI<br />
1.	Studi Kasus<br />
Dalam sebuah team diskusi kelompok beranggotakan 3 orang, anggota kelompok menyusun jadwal pertemuan rutin kelompok setiap kamis pagi pukul 08.00 WIB karena dirasa waktu tersebut sudah sesuai dan tidak berbenturan dengan jadwal anggota satu sama lain namun pada praktiknya, saat hari kamis pagi salah satu anggota kelompok meminta ijin untuk tidak bisa datang berdiskusi, sehingga rencana diskusi pada hari tersebut batal, ini konflik pertama, setelah dikonfirmasi lagi saat ketemuan langsung dengan anggota yang tidak masuk tersebut kenapa membatalkan ketidak hadiran diskusi secara mendadak, jawabannya ialah untuk mengerjakan tugas mata kuliah yang akan dikuliahkan pada hari kamis pukul 15.00 WIB hari itu juga, meski sebenarnya tugas tersebut sudah diberikan sejak satu minggu sebelum hari perjanjian diskusi oleh dosen pengampu mata kuliah yang bersangkutan, disini muncul konflik kedua, karena salah satu anggota team lebih mementingkan kepentingan pribadi dibandingkan kepentingan kelompok.<br />
2.	Alternatif Solusi<br />
Mempertemukan semua anggota team diskusi saat suasana sudah netral, konflik dalam tiap-tiap anggota karena ketidaknyaman sudah mereda, kemudian mengajak berdiskusi tentang tujuan pembentukan kelompok diskusi ini, perjanjian-perjanjian atau komitmen-komitmen bersama sebelum team ini terbentuk, kemudian penekanan pokok pembahasan bahwa setelah memahami kembali tentang tujuan, perjanjian atau komitmen tersebut hendaknnya tiap anggota mampu mengkesampingkan kepentingan pribadi demi kepentingan kelompok selagi kepentingan pribadi tersebut bisa dicancel atau diminimalisir, suasana diskusi penyeesaian konflik ini harus cair, care, terbuka, dialog bukan monolog, tidak memojokkan atau mendiskriminasikan salah satu anggota yang dianggap bersalah. Solusi ini ialah termasuk dalam win in solution.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fuadhasyim.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fuadhasyim.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fuadhasyim.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fuadhasyim.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fuadhasyim.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fuadhasyim.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fuadhasyim.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fuadhasyim.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fuadhasyim.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fuadhasyim.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fuadhasyim.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fuadhasyim.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fuadhasyim.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fuadhasyim.wordpress.com/58/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fuadhasyim.wordpress.com&amp;blog=5583290&amp;post=58&amp;subd=fuadhasyim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fuadhasyim.wordpress.com/2009/05/29/pendekatan-kelompok-dalam-bimbingan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9569700e9300bae95b939d03ee5b6301?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fuadhasyim</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>kajian kepribadian</title>
		<link>http://fuadhasyim.wordpress.com/2009/05/29/kajian-kepribadian/</link>
		<comments>http://fuadhasyim.wordpress.com/2009/05/29/kajian-kepribadian/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 May 2009 15:09:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fuadhasyim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Psikologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fuadhasyim.wordpress.com/?p=56</guid>
		<description><![CDATA[POLA-POLA KEPRIBADIAN MANUSIA (Kajian kepribadian dalam Al-Qur’an) BAB I PENDAHULUAN Manusia adalah makhluk Allah yang diciptakan secara sempurna dengan dibekali akal dan nafsu serta qolbu sebagai sesosok khalifah dimuka bumi ini, karenanya dengan semua bekal tersebut manusia ada kalanya ketika akal fikirannya unggul maka kedudukan manusia akan berada diatas malaikat Allah namun ketika hawa nafsunya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fuadhasyim.wordpress.com&amp;blog=5583290&amp;post=56&amp;subd=fuadhasyim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>POLA-POLA KEPRIBADIAN MANUSIA<br />
(Kajian kepribadian dalam Al-Qur’an)</p>
<p>BAB I<br />
PENDAHULUAN</p>
<p>Manusia adalah  makhluk Allah yang diciptakan secara sempurna dengan dibekali akal dan nafsu serta qolbu sebagai sesosok khalifah dimuka bumi ini, karenanya dengan semua bekal tersebut manusia ada kalanya ketika akal fikirannya unggul maka kedudukan manusia akan  berada diatas malaikat Allah namun ketika hawa nafsunya yang menjadi raja atas diri manusia kedudukannya tidak lebih dari dibawah hewan.<br />
Diantara akal dan nafsu manusia yang saling bertentangan manusia juga dibekali qolbu sebagai penyeimbang, sehingga baik buruknya qolbu manusia bisa ditentukan oleh perilaku manusia, dari setiap perilaku yang dikerjakan manusia setiap hari akan mengahsilkan suatu bentuk kepribadian, dalam kepribadian tersebutlah ciri khas dari manusia akan terlihat.<br />
Dalam Al-Quran yang diturunkan oleh Allah SWT kurang lebih 14 abad yang lalu kepada nabi Muhammad SAW dalam lembaran ayat-ayatnya telah menjelaskan kepada manusai berbagai macam kepribadian yang tedapat dalam diri manusia, kepribadian tersenit dapat diklasifikasikan dalam tiga posisi, yaitu kepribadian yang baik atau khasanah, kepribadian yang buruk atau dholalah serta yang terakhir kepribadian yang ada ditengah-tengahnya atau yeng lebih sering kita kenal dengan kepribadian munafik, dalam makalah ini pemakalah akan berusaha menyajikan sedikit tentang bentuk-bentuk kepribadian manusia yang telah ada dan dijelaskan oleh Al-Quran   </p>
<p>BAB II<br />
PEMBAHASAN</p>
<p>1.	Al-Mu’minun ayat 1-6<br />
قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَالَّذِينَ هُمْ فِي صَلاتِهِمْ خَاشِعُونَ وَالَّذِينَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُونَ وَالَّذِينَ هُمْ لِلزَّكَاةِ فَاعِلُونَ وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ إِلا عَلَى أَزْوَاجِهِمْ أوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ<br />
Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam salatnya, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna, dan orang-orang yang menunaikan zakat, dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela.</p>
<p>A.	Mufradat :<br />
Aflaha : Membelah, maksudnya kata membelah pada mufradat ini seperti ketika petani membelah tanah untuk ditanami tanaman, benih yang ditanamkan petani akan menumbuhkan buah yang diharapkan.<br />
Sholatihim : Menishbahkan, maksutnya kata nishbah ini adalah mengarahkan sholat kepada pelaku yang menjalani sholat agar memperoleh manfaat dari sholatnya.<br />
Khosyi’un : Diam dan tunduk, maksudnya kata diam dan tunduk adalah memusatkan konsentrasi pada satu titik yaitu beribadah kepada Allah melalui sholat<br />
Al-Laghw : Batal, maksudnya adalah sesuatu yang seharusnya tidak ada atau ditiadakan dalam beribadah, sesuatu hal ini adalah apabila dikerjakan akan dapat mengurangi esnsi daro ibadah tersebut, seperti berbicara saat khotbah jumat meskipun itu hanya kata “Diam!”.<br />
Zakah : Suci dan berkembang, maksudnya Zakah disini adalah Zakat<br />
Atu’ : Untuk menunjukkan pengeluaran zakat, dimaksudkan kepada muzaki.<br />
Hafidzhun : Memelihara atau menahan, maksut kata ini adalah memilihara kemaluan agar menjaga dari perbuatan-perbuatan maksiat<br />
Farj  : Segala yang buruk diucapkan kepada pria atau wanita, maksutnya lebih mengarah kepada alat kelamin<br />
B.	Tafsir :<br />
Surat Al-Mu’minun Ayat 1-6 menjelaskan kepada kita tentang salah satu pola kepribadian manusia dalam Al-Qur’an yaitu Mukmin beserta ciri-cirinya, pada Ayat 1-4 disebutkan ciri seorang mukmin, Sesungguhnya telah pasti beruntunglah mendapat apa yang didambakannya sebagai orang-orang mukmin, yang mantap imannya dan mereka buktikan kebenarannya dengan amal-amal sholeh yaitu mereka yang khusyu’ dalam shalatnya, Khusyu’ disini ialah tenang, rendah hati, berserah diri lahir dan batin serta perhatiannya terarah kepada shalat yang sedang mereka kerjakan sehingga mereka memperoleh kebahagiaan atas sholatnya. Dimaksud dengan kebahagiaan disini adalah orang-orang yang tidak acuh yakni tidak memberi perhatian atau menjauhkan diri secara lahir dan batin dari hal-hal tersebut.<br />
Mukmin menurut awal surat Al-Mu’minun adalah orang-orang yang membayar zakat yakni menyisihkan sebagian harta bendanya yang sebenarnya milik orang lain atau penyucian jiwa atas mereka yang melakukannya dengan sempurna dan tulus. Sedangkan pada ayat 5-6 menyebutkan penyucian diri manusia dan hal yang pertama disucikan adalah alat kelamin, karena perzinahan adalah puncak kerusakan moral manusia. Pada ayat tersebut menjelaskan tentang konsep  orang mu’min yang memperoleh kebahagiaan adalah mereka yang selalu menjaga menyangkut kemaluan mereka (pemelihara-pemelihara) yakni tidak menyalurkan kebutuhan biologisnya melalui hal dan cara-cara yang tidak dibenarkan oleh agama.<br />
C.	Asbabun Nuzul<br />
Imam Hakim telah menyampaikan sebuah hadits melalui sahabat Abu Hurairah r.a. bahwasannya Rasulullah saw. “Bilamana melakukan shalat, selalu mengangkat pandangan kelangit”. Maka turunlah ayat ini: yaitu orang-orang yang khusyu’ dalam shalatnya (QS. Al-Mu’minun: 2), maka sejak saat itu Rasulullah saw. Menundukkan kepalanya jika sedang mengerjakan shalat. Hadits ini disampaikan pula oleh Ibnu Murdawaih, hanya lafaznya mengatakan, bahwa Rasulullah saw “menolehkan pandangannya, sedang ia dalam shalat”. Disampaikan pula oleh Sa’id Ibnu Mansyur melalui Ibnu Sirin secara mursal, yaitu dengan lafadz yang mengatakan: “bahwasannya Rasulullah saw, membolak-balikkan pandangan matanya dalam shalat”,  maka turunlah ayat ini.<br />
D.	Keterangan<br />
	Dalam surat Al-Mukminun diterangkan salah satu bentuk kepribadian manusia adalah kepribadian seorang mukmin yang melakukan sholat secara khusyu’, tidak mengerjakan Laghw atau hal-hal yang mampu membatalkan suatu amalan, membayar zakat dan menjaga kemaluan kecuali kepada istri atau budak-budaknya.<br />
Pengertian Mukmin dalam salah satu referensi berarti mereka yang beriman atau percaya kepada yang gaib (Allah, malaikat dan Ruh), menunaikan sholat menafkahkan rezekinya kepada fakir miskin, yatim, beriman pada kitab Allah serta beriman pada hari akhir, tipe ini digolongkan kepada tipe orang yang beruntung karena telah mendapat petunjuk, kalimat definisi mukmin diatas diambil dari salah satu hadits nabi yang diriwayatkan oleh muslim.<br />
2.	Al-Baqarah ayat 13-15<br />
وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ آمِنُوا كَمَا آمَنَ النَّاسُ قَالُوا أَنُؤْمِنُ كَمَا آمَنَ السُّفَهَاءُ أَلا إِنَّهُمْ هُمُ السُّفَهَاءُ وَلَكِنْ لا يَعْلَمُونَ وَإِذَا لَقُوا الَّذِينَ آمَنُوا قَالُوا آمَنَّا وَإِذَا خَلَوْا إِلَى شَيَاطِينِهِمْ قَالُوا إِنَّا مَعَكُمْ إِنَّمَا نَحْنُ مُسْتَهْزِئُونَ اللَّهُ يَسْتَهْزِئُ بِهِمْ وَيَمُدُّهُمْ فِي طُغْيَانِهِمْ يَعْمَهُونَ</p>
<p>Apabila dikatakan kepada mereka: &#8220;Berimanlah kamu sebagaimana orang-orang lain telah beriman&#8221;, mereka menjawab: &#8220;Akan berimankah kami sebagaimana orang-orang yang bodoh itu telah beriman?&#8221; Ingatlah, sesungguhnya merekalah orang-orang yang bodoh, tetapi mereka tidak tahu. Dan bila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka mengatakan: &#8220;Kami telah beriman.&#8221; Dan bila mereka kembali kepada syaitan-setan mereka, mereka mengatakan: &#8220;Sesungguhnya kami sependirian dengan kamu, kami hanyalah berolok-olok&#8221;.Allah akan (membalas) olok-olokan mereka dan membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan mereka.</p>
<p>A.	Mufradat:<br />
An-nas berarti manusia, maksud kata manusia ini adalah orang yang berucapa dan dipahami oleh yang dia ajak berbicara, ucapan yang diucapkan adalah mengajak kepada kebenaran dan beriman kepda Allah.<br />
Laqu berarti perjumpaan yang bersifat kebetulan, maksud dari kata ini adalah orang yang ucapan dan hatinya sesuai (Bukan orang yang munafik)<br />
Yastahzi’u  berarti memperolok-olok, kata ini mengarah kepada perilaku kaum munafikin yang mudah dan ringan dalam menghina dan mengolok-olok sesuatu.</p>
<p>B.	Tafsir<br />
	Tafsir pada ayat 13 menekankan bahwa beriman yang benar yaitu semua yang diucapkan harus sesuai dengan yang ada dalam hatinya sebagaimana keimanan manusia yang sempurna, indikator kesempurnaan disini adalah menyadari sebagai makhluk Allah yang mesti tunduk dan patuh kepada-NYA. Namun yang terjadi pada orang munafik adalah mereka mengaku meyakini beriman kepada Allah tapi disisi lain mereka berkhianat dan memusuhi orang-orang yang beriman.<br />
Pada ayat 14-15 menekankan  kepada penjelasan pada sifat dasar orang munafik yang bermuka dua, apabila ia bertemu dengan orang yang beriman ia mengaku beriman tetapi apabila ia bertemu dengan orang kafir ia juga mengaku kafir.  </p>
<p>C.	Asbabun Nuzul<br />
	Allah berfirman: “dan jika mereka mereka menemui orang-orang beriman” (QS. Al-baqarah:14), diketengahkan oleh Al Wahidi dan Tsa’labi, dari jalu Muhammad bin Marwan dan Assdiyush Shaghir, dari al Kalbiy, dari Abu Shalih, dari Ibnu Abbas, katanya: ayat ini turun mengenai Abdullah bin Ubai dan teman-temannya. Cerita bahwa pada suatu hari mereka keluar lalu ditemui oleh segolongan sahabat Rasulullah saw, maka kata Abdullah bin Ubai: “lihatlah, bagaimana orang-orang itu kuusir dari kalian!” lalu ia maju kemuka dan menjabat tangan Abu Bakar seraya berkata: “selamat untuk Shiddiq penghulu bani Tamim dan sesepuh agama islam, pendamping Rasulullah di dalam gua dan telah membaktikan raga dan hartanya untuk Rasulullah” kemudian dijabatnya pula tangannya Umar seraya berkata: “selamat untuk penghulu bani Adi bin Kaab, faruq yang perkasa (Umar) dalam agama Allah dan telah menyerahkan raga dan hartanya untuk Rasulullah.” Setelah itu disambutnya tangan Ali seraya berkata: “selamat untuk saudara sepupu dan menantu Rasulullah, penghulu bani Hasyim selain Rasulullah.” Kemudian mereka berpisah, maka kata Abdullah kepada anak buahnya: “Bagaimana pendapat kalian tentang perbuatan saya tadi? Nah jika kalian menemui mereka, lakukanlah seperti yang saya lakukan itu!” mereka memuji perbuatannya itu, sementara kaum muslilmin kembali kepada Nabi saw. Dan menceritakan peristiwa tersebut maka turunlah ayat ini.  </p>
<p>D.	Keterangan :<br />
	Surat Al-Baqarah  ayat 13-15 menjelaskan tentang ciri kepribadian manusia yang tidak mempunyai pendirian, selalu berubah-ubah menurut kemauan, situasi kondisi yang menguntungkan bagi dirinya sendiri, kepribadian tersebut lebih kenal dengan kepribadian fasiq dengan orang yang melakukan kepribadian tersebut disebut orang yang munafik.<br />
Munafik yaitu mereka yang beriman kepada Allah. Dan hari akhir tetapi keimanannnya hanya dimulut saja, sementara hatinya ingkar. Mereka ingin menipu Allah dan orang mu’min walaupun sebenarnya ia menipu dirinya sendiri, sedang mereka tidak sadar. Hati mereka berpenyakit, dan semakin parah penyakitnya karena membuat kerusakan, menambah kebodohan, persekutu dengan setan untuk mengolok-olok orang mu’min. mereka tidak mendapat penerangan dan petunjuk, sehingga senantiasa dalam kegelapan. </p>
<p>3.	Al-Baqarah: 27-28<br />
الَّذِينَ يَنْقُضُونَ عَهْدَ اللَّهِ مِنْ بَعْدِ مِيثَاقِهِ وَيَقْطَعُونَ مَا أَمَرَ اللَّهُ بِهِ أَنْ يُوصَلَ وَيُفْسِدُونَ فِي الأرْضِ أُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَكَيْفَ تَكْفُرُونَ بِاللَّهِ وَكُنْتُمْ أَمْوَاتًا فَأَحْيَاكُمْ ثُمَّ يُمِيتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيكُمْ ثُمَّ إِلَيْهِ تُرْجَعُونَ</p>
<p>(yaitu) orang-orang yang melanggar perjanjian Allah sesudah perjanjian itu teguh, dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah (kepada mereka) untuk menghubungkannya dan membuat kerusakan di muka bumi. Mereka itulah orang-orang yang rugi. Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan?</p>
<p>A.	Tafsir:<br />
	Tafsir pada ayat 27 menjelaskan tentang  sifat-sifat orang fasik yaitu ada perjanjian antara manusia dengan Allah yakni bahwa mereka mengakui keEsaan Allah, serta ketundukan mereka kepada-Nya. Mereka adalah orang-orang yang mengurai yaitu membatalkan dan melanggar perjanjian mereka dengan Allah pada perjanjian itu sudah demikian kukuh mereka mengurainya sesudah perjanjian diikat teguh dengan diutusnya para nabi dan rasul dengan bukti-bukti keEsaannya.<br />
	Tafsir pada ayat 28 mengingatkan pada orang kafir bahwa sesungguhnya dulu mereka adalah orang yang mati (orang yang tidak ada di dunia) kemudian dihidupkan dan kemudian kembali kepada-Nya.<br />
B.	Asbabun Nuzul<br />
	Diketengahkan oleh Ibnu Jarir dari As Saddiy dengan sanad-sanadnya, tatkala Allah membuat dua buah perumpamaan ini bagi orang-orang munafik yakni firmannya: “perumpamaannya mereka adalah seperti orang yang menyalakan api” dan firmannya: “atau seperti hujan lebat dari langit”, orang-orang munafik mengatakan, bahwa Allah lebih tinggi dan lebih agung sampai membuat perumpamaan-perumpamaan ini. Maka Allah menurunkan: “Sesungguhnya Allah tidak merasa malu untuk membuat tamsil perumpamaan.”  Sampai dengan firman-Nya “merekalah orang-orang yang merugi” (QS. Al-Baqarah:26-27).<br />
C.	Keterangan :<br />
	Bagian terakhir dari tiga rangkaian ayat yang menjelaskan tentang kepribadian manusia menjelaskan tentang kepribadian kafir, namun pada awal ayat pada bagian ini lebih dulu menjelaskan tentang sifat orang fasiq yang suka melanggar perjanjian serta bermuka dua, kemudian menjelaskan tentang ancaman kepada orang-orang kafir agar mereka (orang kafir) mau berpikir bahwa sesungguhnya mereka tidak berdaya dihadapan Allah SWT.<br />
Pengertian Kafir adalah mereka yang ingkar terhadap hal-hal yang harus dipercayai sebagai seorang mu’min, tipe seperti ini digambarkan sebagai tipe yang sesat, karena terkunci hati, pendengaran dan penglihatannya dalam masalah kebenaran. Siksa Allah yang pedih tentu menjadi bagian dari kehidupan akhirnya.</p>
<p>BAB III<br />
PENUTUP</p>
<p>Manusia adalah  makhluk Allah yang diciptakan secara sempurna dengan dibekali akal dan nafsu serta qolbu sebagai sesosok khalifah dimuka bumi ini, Diantara akal dan nafsu manusia yang saling bertentangan manusia juga dibekali qolbu sebagai penyeimbang, sehingga baik buruknya qolbu manusia bisa ditentukan oleh perilaku manusia, dari setiap perilaku yang dikerjakan manusia setiap hari akan mengahsilkan suatu bentuk kepribadian, dalam kepribadian tersebutlah ciri khas dari manusia akan terlihat.<br />
Pada ayat yang disajikan pada makalah ini mencangkup surat Al-Mukminun Ayat 1-6, surat Al-Baqarah ayat 13-15 serta ayat 27-28 menjelaskan tentang kepribadian yang ada dalam diri manusia, kepribadian tersebut adalah kepribadian seorang mukmin, kepribadian seorang munafik serta keribadian seorang yang kafir, setiap kepribadian tersebut memiliki karekteristik seperti yang telah dijelaskan diatas.<br />
Pemakalah menyadari dalam proses pembuatan dan penyampaian makalah terdapat banyak kesalahan dan kekhilafan, pemakalah sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun untuk pemakalah guna mengingatkan dan memperbaiki setiap kesalahan yang ada dalam proses pembuatan dan penyampaian makalah. Terakhir tidak lupa pemakalah mengucapkan rasa syukur kehadirat Allah SWT serta terima kasih kepada pihak-pihak yang membantu dalam proses pembuatan makalah</p>
<p>Daftar Pustaka<br />
M. Quraish Shihab, Tafsir Al-Mishbah Volume 1 dan 9, Ciputat : Lentera Hati, 2000<br />
Imam  jalalud-Din Al-Mahally, Imam jalalud-Din Al-Suyuthi, Tafsir Jalalain berikut Asbabun Nuzul, Bandung : Sinar Baru, 1990<br />
Abdul Mujib, Kepribadian dalam Psikologi Islam, Jakarta: raja Grafindo Persada, 2007</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fuadhasyim.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fuadhasyim.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fuadhasyim.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fuadhasyim.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fuadhasyim.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fuadhasyim.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fuadhasyim.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fuadhasyim.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fuadhasyim.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fuadhasyim.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fuadhasyim.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fuadhasyim.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fuadhasyim.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fuadhasyim.wordpress.com/56/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fuadhasyim.wordpress.com&amp;blog=5583290&amp;post=56&amp;subd=fuadhasyim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fuadhasyim.wordpress.com/2009/05/29/kajian-kepribadian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9569700e9300bae95b939d03ee5b6301?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fuadhasyim</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Resume konseling lintas agama dan budaya</title>
		<link>http://fuadhasyim.wordpress.com/2009/05/29/resume-konseling-lintas-agama-dan-budaya/</link>
		<comments>http://fuadhasyim.wordpress.com/2009/05/29/resume-konseling-lintas-agama-dan-budaya/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 May 2009 15:06:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fuadhasyim</dc:creator>
				<category><![CDATA[konseling]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fuadhasyim.wordpress.com/?p=54</guid>
		<description><![CDATA[KONSELING LINTAS AGAMA DAN BUDAYA PEMBAHASAN Mata kuliah konseling lintas agama dan budaya merupakan mata kuliah terapan baru yang dikeluarkan oleh pihak jurusan BKI guna memenuhi standar kurikulum KBK 2007, dalam mata kuliah ini titik fokus pengkajian terdapat pada proses konseling lintas agama dan budaya yang kemungkinan besar bisa terjadi pada seorang konselor professional. Latar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fuadhasyim.wordpress.com&amp;blog=5583290&amp;post=54&amp;subd=fuadhasyim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>KONSELING LINTAS AGAMA DAN BUDAYA<br />
PEMBAHASAN</p>
<p>	Mata kuliah konseling lintas agama dan budaya merupakan mata kuliah terapan baru yang dikeluarkan oleh pihak jurusan BKI guna memenuhi standar kurikulum  KBK 2007, dalam mata kuliah ini titik fokus pengkajian terdapat pada proses konseling lintas agama dan budaya yang  kemungkinan besar bisa terjadi pada seorang konselor professional.<br />
	Latar belakang keagamaan islam yang kental bagi lulusan konseling UIN Sunan Kalijaga memiliki dampak positif dan negtif bagi para akademisi lulusan UIN yang ingin meneruskan karier dengan membuka biro konsultasi, segi positif yang terdapat  ialah sudah adanya kefokusan pada sistem kerja konselor sehingga bisa langsung membuka biro konsultasi Islami namun dari segi positif ini kemudian muncul segi negatif.<br />
	Segi negatif yang bisa muncul adalah adanya pandangan negatif pada seorang konselor islami ialah konselor islami tidak bisa memberikan solusi terhadap permasalahan klien yang non muslim, atau pun permasalahan klien lintas agama maupun lintas budaya, untuk menepis pandangan-pandangan yang kemungkinan muncul tersebut maka bagi mahasiswa BKI mulai angkatan 2007 disusun kurikulum baru yang memberikan mata kuliah bimbingan konseing lintas agama dan budaya.<br />
	Pada mata kuliah bimbingan konseling lintas agama dan budaya ada semester empat ini terdapat draft bahan ajar yang diminta untuk mereview, menambahi, dan mengkritisi isi dari draft tersebut, berikut ialah poin-poin kritisi :<br />
1.	Terdapat beberapa kata-kata yang salah dalam pengetikan, seperti yang terdapat pada halaman pertama baris kelima, kata sebagai ditulis “debagai”<br />
2.	Penulisan materi kurang rapi, seperti pada halaman 14.<br />
3.	Materi dan referensi penulisan dratf tidak seimbang, mata kuliah ini adalah bimbingan konseling lintas agama dan budaya namun pada realitas pada draft ini lebih banyak membahas tentang konseling lintas budaya, yang lintas agama hanya suatu bentuk kesimpulan penulisan seperti yang terdapat pada halaman 10.<br />
4.	Belum ada penekanan khusus pada materi yang dijadikan topik diskusi dikelas seperti : Konsep-konsep bimbingan konseling lintas agama dan budaya.<br />
Materi dalam draft tersebut perlu pembenahan guna menjadi draft yang ideal dan sesuai dengan konsep konseling lintas agama dan budaya, mestinya bisa diklasifikasikan menjadi tiga item, yakni :<br />
A.	Apakah kasus tersebut merupakan budaya yang menjadi agama, seperti kebudayaan tahlilan atau budaya ta’jil pada bulan ramadhan.<br />
B.	Apakah kasus tersebut merupakan agama yang menjadi budaya, seperti kebudayaan belum salam sebelum imam salam terlebih dahulu.<br />
C.	Apakah justru kasus merupakan gabungan kedua-duanya yakni kasus lintas agama dan budaya.<br />
Namun yang perlu ditekankan bahwa materi konseling lintas agama dan budaya merupakan suatu penekanan terhadap asas keprofesionalan dalam kode etik konseling, kode etik konseling diantaranya :<br />
•	Mengenai hubungan dalam konseling yang ditentukan oleh kepribadian, pengetahuan dan kemampuan (skill) seorang konselor, karena tanggung jawab seorang konselor adalah mensejahterakan dan memberdayakan klien.<br />
•	Menghormati setiap perbedaan yang ada dan kemungkinan akan muncul dalam proses konseling perbedaan tersebut baik beda agama, suku, budaya, ras, atau pendidikan, seorang konselor memiliki etika profesi non diskriminatif, menghormati setiap perbedaan yang ada dan menghormati hak-hak klien, isu-isu yang muncul ialah isu tentang etika (susila, moral profesi), isu tentang profesionalisme (etika, teknis, prosedur), isu legal (dasar-dasar hukum yang mengatur profesi di Indonesia), isu budaya (konseling lintas budaya), isu Sospol (tentang tata negaraan) .<br />
Dari pengkajian tentang kode etik konseling dapat diambil kesimpulan seorang konselor yang akan membuka praktek konseling harus mentaati aturan keprofesionalan yang didalamnya menyampaikan tentang pentingnya menghormati setiap perbedaan yang ada saat proses konseling, selain menghormati perbedaan tersebut seorang konselor berdasarkan perbedaan yang ada memiliki tanggung jawab memberikan kenyamanan, mensejahterakan dan memberdayakan klien. Saran : untuk revisi draft bahan ajar mata kuliah konseling lintas agama dan budaya kedepan perlu menyampaikan asas keprofesionalan dalam konseling.<br />
Materi konseling lintas agama sesuai dengan yang disampaikan oleh prayitno (1999) pertama konselor hendaknya orang yang beragama dan mengamalkan dengan baik keimanan dan ketakwaannya sesuai dengan agamanya, kedua konselor sedapat-dapatnya mampu mentransferkaidah-kaidah agamanya secara garis besar yang relevan dengan permasalahan klien, ketiga konselor harus benar-benar memperhatikan dan menghormati agama klien, penekanan  apabila klien berbeda agama dengan konselor  maka pemasukan unsure-unsur agama pada proses konselor hendaknya seminimal mungkin dan hanya unsur-unsur yang tidak bertentangan dengan agama klien, peringatan karena banyaknya agama yang ada dan dianut oleh masyarakat maka konselor harus dengan sangat hati-hati dan bijaksana menerapkan landasan reegius tersebut terhadap klien yang berlatar belakang agama yang berbeda.<br />
Saran : pada draft berikutnya hendaknya penekanan pada meteri konseling lintas agama lebih ditambah porsi pembahasan.<br />
Porsi pembahasan tentang bimbingan konseling lintas budaya dirasa cukup, karena pembahasan ini dalam draft bahan ajar sudah diawali dengan latar belakang munculnya bimbingan konseling multicultularisme diAmerika seperti yang dibahas pada halaman 4.<br />
Namun draft ini akan lebih baik dilengkapi dengan glosarium tentang istilah yang terdpat draft ini seperti pada halaman 5 terdapat istilah mubrom dan muallaq, makna dari glosarium ini ialah untuk mempermudah pembacaan maksut dari draft, sehingga mahasiswa yang buka berlatar belakang dari BKI mampu memahami draft ini.<br />
Draft ini juga akan menjadi lebih baik jika poin-poin penting dalam setiap pembahasan dalam penulisan ada penekanan khusus seperti digaris bawah, dimiringkan atau diblok, hal ini seperti pada halaman 6 pengertian tentang orientasi vertical versi koentjaraningrat, 1993.<br />
Kesalutan saya pada draft ini ialah lengkaonya materi konseling agama pda masing agama seperti yang terdapat pada halaman 15, namun pembahasan pada halaman 16 paragraf 2 menurut saya sulit dipahami maksutnya</p>
<p>Daftar pustaka<br />
Jeanette murad lesmana, Dasar-dasar Konseling, 2005, UII Press, Jakarta<br />
Prayitno, Erman Amti, Dasar-dasar Bimbingan dan Konseling, 1999, Rineka Cipta, Jakarta<br />
Sofyan S Willis, Konseling Individual teori dan praktek, 2004, Alfabeta, Bandung</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fuadhasyim.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fuadhasyim.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fuadhasyim.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fuadhasyim.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fuadhasyim.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fuadhasyim.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fuadhasyim.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fuadhasyim.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fuadhasyim.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fuadhasyim.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fuadhasyim.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fuadhasyim.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fuadhasyim.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fuadhasyim.wordpress.com/54/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fuadhasyim.wordpress.com&amp;blog=5583290&amp;post=54&amp;subd=fuadhasyim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fuadhasyim.wordpress.com/2009/05/29/resume-konseling-lintas-agama-dan-budaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9569700e9300bae95b939d03ee5b6301?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fuadhasyim</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Retorika pidato</title>
		<link>http://fuadhasyim.wordpress.com/2009/05/29/retorika-pidato/</link>
		<comments>http://fuadhasyim.wordpress.com/2009/05/29/retorika-pidato/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 May 2009 15:05:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fuadhasyim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Retorika]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fuadhasyim.wordpress.com/?p=52</guid>
		<description><![CDATA[METODE PENUTUP PIDATO BAB 1 PENDAHULUAN Manusia memiliki fitrah untuk menjadi makhluk sosial atau yang lebih dikenal dengan Zoon Politicon hidup secara bersama-sama dan bermasyarakat saling membutuhkan satu sama lain, selain difitrahkan menjadi makhluk sosial, manusia juga difitrahkan oleh Allah SWT sebagai makhluk yang beragama atau Homo Religion. Sebagai makhluk yang memiliki fitrah untuk beragama [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fuadhasyim.wordpress.com&amp;blog=5583290&amp;post=52&amp;subd=fuadhasyim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>METODE PENUTUP PIDATO</p>
<p>BAB 1<br />
PENDAHULUAN</p>
<p>	Manusia memiliki fitrah untuk menjadi makhluk sosial atau yang lebih dikenal dengan Zoon Politicon  hidup secara bersama-sama dan bermasyarakat saling membutuhkan satu sama lain, selain difitrahkan menjadi makhluk sosial, manusia juga difitrahkan oleh Allah SWT sebagai makhluk yang beragama atau Homo Religion.<br />
	Sebagai makhluk yang memiliki fitrah untuk beragama ada beberapa manusia yang memiliki kekurangan pengetahuan tentang beragama dan tata cara peribadatannya, sehingga manusia membutuhkan sosok pengajar dalam kehidupannya tentang agama dan tata cara beribadahnya, guru yang pertama kali mengajarkan pada manusia adalah orang tuanya jika tidak mempunyai orang tua maka guru yang pertama kali mengajarkan ialah lingkungan disekitarnya.<br />
	Sehingga jika seseorang  yang memiliki lingkungan baik dan kondusif  belajar agama maka dia akan menjadi sesosok manusia yang tahu dan dimungkinkan memahmi agamanya tersebut, namun jika seseorang tersebut lahir dan berkembang pada kelurga dan lingkungan yang tidak baik dan kondusif dalam beragama maka dia akan menjadi sesososk yang awam akan agamanya sendiri, dia menjadi manusia yang memiliki agama namun tidak mengerti dan memahami tentang agama.<br />
	Dalam posisi inilah seorang da’i sangat berperan dalam memberikan pengetahuan terhadap ummat, baik menggunakan metode belajar dikelas maupun metode menyeru diatas mimbar podium, namun proses mengajar ummat dengan metode menyeru diatas mimbar podium memiliki ilmu dan karakteristik khusus yang lebih dikenal dengan ilmu retorika.<br />
	Ilmu retorika mempelajari metode tata cara menyampaikan pesan dengan baik dan benar serta menarik minat ummat, didalamnya terdapat metode menutup pidato yang akan dibahas dan dikaji dalam makalah ini.</p>
<p>BAB II<br />
PEMBAHASAN</p>
<p>A.	Pengertian Retorika<br />
Retorika ialah  Suatu kemampuan untuk berbicara dan berpidato didepan secara jelas, padatserta mengesankan pada tepat yang tepat dan waktu yang sesuai dengan cara yang efektif., dalam retorika juga membahas tentang pidato, Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pidato berarti pengungkapan pikiran dalam bentuk kata-kata yang ditujukan kepada orang banyak. Karena sasarannya lebih luas, penyampaian pidato lebih sulit daripada percakapan sehari-hari antar kawan. Pidato memerlukan perhatian khusus dalam persiapan, penyusunan serta yang paling penting dalam penyampaiannya. Untuk itu kita memerlukan retorika.<br />
B.	Persiapan pidato<br />
• Persiapan awal<br />
1. Menyiapkan ringkasan materi.  Ringkasan materi  ini diperlukan agar point-point<br />
penting  yang   ingin  disampaikan   tidak   lupa.  Misalnya   dalam    kegiatan  pidato<br />
sambutan   ketua   panitia   dalam  sebuah   institusi   pendidikan.     Point-pointnya,<br />
ucapan penghormatan kepada pimpinan, ucapan terimakasih kepada hadirin yang<br />
telah hadir, ucapan terimakasih kepada segenap panitia. Baru masuk kepada inti<br />
kenapa acara dilakukan.<br />
2. Memperhatikan penampilan. Dalam komunikasi publik, penampilan adalah kesan<br />
pertama.   Penampilan,  walau   bisa   jadi   sederhana,   yang   penting   terlihat   rapi,<br />
rambut   tertata dengan baik,   tidak banyak batuk-batuk,   tenang,   tidak  celingukan<br />
sana-sini.<br />
3. Memastikan peralatan (audio visual)  berfungsi  dengan baik.  Jika dalam sebuah<br />
acara   yang   besar   (dihadiri   banyak   peserta),   tidak   adanya   peralatan   yang<br />
mendukung,  bisa jadi berakibat fatal.  Tidak menutup kemungkinan,  komunikasi<br />
publik (pidato) kita akan berantakan karena otomatis peserta tidak tahu (dengar)<br />
apa yang kita bicarakan.  Bisa  jadi,  pembicara  ngomong  sendiri,  khalayak  juga<br />
sibuk membicarakan hal   lain  (tidak mendengarkan)  karena  memang  tidak ada<br />
yang bisa didengarkan.<br />
• Persiapan mental<br />
1. Datang ke pertemuan  lebih awal.  Sebelum acara sebaiknya menguasai  keadaan<br />
terlebih dahulu. Berbicara pada orang-orang (panitia) yang ada, tentang siapa-saja<br />
audience  yang nanti  bakal  mengikuti  acara.  Menanyakan harapan-harapan apa<br />
yang   ingin   didapatkan   dalam  acara   tersebut   sehingga   pembicara   nanti   punya<br />
gambaran kebutuhan audience.<br />
2. Mengendorkan otot-otot untuk menghindari ketegangan dan rasa grogi. Kadang,<br />
kita memang telah menyiapkan sebelumnya dari segi materi dan penampilan kita.<br />
Tapi,   kadangkala   kita   bisa   kaget   ketika   acaranya   dipersiapkan   dengan   cukup<br />
matang dan mewah. Kepanitiaannya juga terlihat profesional. Nah, kita bisa jadi<br />
minder  sendiri   dan  merasa   apa   yang   telah   dipersiapkan   sebelumnya   ternyata<br />
belumlah cukup.  Dalam dunia psikologi,   sebelum  tampil  ke publik,  kita perlu<br />
memposisikan   otak   kita   pada   kondisi   alpha   (kondisi   gelombang   otak   dalam<br />
keadaan rileks). Caranya bisa menarik nafas dalam-dalam lalu mengeluarkannya pelan<br />
pelan,    membungkukkan   badan   untuk   beberapa   saat,   batuk   sekali,   atau<br />
minum air putih (persiapan ini dilakukan diluar ruangan acara).<br />
C.	Tehnik Penutup Pidato<br />
Menutup pidato memiliki tujuan  untuk  memfokuskan pikiran dan perasaan khalayak pada gagasan  utama atau kesimpulan. Penutup pidato juga harus dipersiapkan sebelumnya dan sebaiknya dihafal.<br />
Beberapa cara menutup pidato :<br />
1. Menyimpulkan atau mengemukakan ikhtisar pembicaraan materi pidato yang diberikan sejak awal hingga sebelum penutup<br />
2. Menyatakan kembali gagasan utama dengan kalimat yang berbeda, sehingga pendengar tidak merasa jenuh dan diulang-ulang terus<br />
3. Mendorong khalayak untuk bertindak (appeal for action), seorang ahli retorika juga harus mampu memberikan semangat dan motivasi kepada pendengarnya untuk mau melakukan apa yangdisampaikan oleh ahli pidato tersebut.<br />
4. Mengakhiri dengan klimaks, maksud  klimaks disini ialah mengakhiri pidato dengan tempo yang tinggi, saat suasana pendengar benar-benar terfokus dan tertarik kepada ahli pidato dan materi yang diberikan<br />
5. Mengatakan kutipan peribahasa, sajak pengambilan peribahasa atau sajak yang sesuai dengan materi disampaikan ialah salah satu bentuk improvisasi untuk menyampaikan materi yang menarik didengar<br />
6. Menceritakan contoh sebagai ilustrasi tema pembicaraan, sangat penting dalam penyampaian pidato serta penutupan diberikan ilustrasi cerita yang sesuai dengan materi disampaikan, sehingga pendengar tidak merasa jenuh karena dari awal hingga akhir mendengarkan pidato hanya materi saja yang disampaikan.<br />
7. Menerangkan maksud pribadi pembicara yang sebenarnya, menjelaskan kepada pendengar dasar motivasi menyampaikan materi yang diberikan saat pidato tersebut kepada para pendengar.<br />
8. Menghargai khalayak, sepandai apapun seorang ahli pidato kalau tidak memiliki sikap dan sifat yang santun dan menghargai pendengar kepandaian tersebut hanya percuma, karena subtansi pidato dan retorika ialah berbicara terhadap pendengar atau audiens.<br />
9. Membuat pernyataan yang humoris, selingan humor pada saat materi dan menutup memberikan kesan segar dan tidak jenuh pada saat pidato maupun saat penutupan, namun tidak diperbolehkan memakai humor yang berlebihan, yang memiliki kemungkinan menyinggung pendengar. </p>
<p>BAB III<br />
PENUTUP</p>
<p>Manusia memiliki fitrah untuk menjadi makhluk sosial atau yang lebih dikenal dengan Zoon Politicon  hidup secara bersama-sama dan bermasyarakat saling membutuhkan satu sama lain, selain difitrahkan menjadi makhluk sosial, manusia juga difitrahkan oleh Allah SWT sebagai makhluk yang beragama atau Homo Religion, dalam setiap aktifitas kehidupan manusia tidak terlepas dengang berkomunikasi dengan orang lain, sehingga sangat potensional bagi seprang ahli pidato untuk dapat menyampaikan gagasan dan materi dengan harapan mengajak kepada pendengar.<br />
Retorika ialah  Suatu kemampuan untuk berbicara dan berpidato didepan secara jelas, padatserta mengesankan pada tepat yang tepat dan waktu yang sesuai dengan cara yang efektif., dalam retorika juga membahas tentang pidato, sebelum berpidato seorang ahli pidato harus melakukan persiapan yang matang menyangkut, materi yang akan disampaikan, fisik, kesehatan, mental, dan penampilan serta pembawaan saat diatas panggung, dalam setiap pidato selalu terdapat pengakhiran, dalam menutup pidato seseorang membutuhkan tehnik tertentu yang harus dikuasai, diantaranya Menyimpulkan atau mengemukakan ikhtisar pembicaraan materi pidato, Menyatakan kembali gagasan utama dengan kalimat yang berbeda, Mendorong khalayak untuk bertindak (appeal for action), dan lain-lain.<br />
Penulis menyadari dalam proses pembuatan dan penyampaian makalah terdapat banyak kesalahan dan kekhilafan, penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun untuk penulis guna mengingatkan dan memperbaiki setiap kesalahan yang ada dalam proses pembuatan dan penyampaian makalah. Terakhir tidak lupa penulis mengucapkan rasa syukur kehadirat Allah SWT serta terima kasih kepada pihak-pihak yang membantu dalam proses pembuatan makalah</p>
<p>DAFTAR PUSTAKA</p>
<p>W.J.S Poerwadrminta,  Kamus Umum Bahasa Indonesia, Jakarta,Balai Pustaka, 1985.<br />
Sudaryono Achmad, Teknik Public Speaking, http://penakayu.blogspot.com, diakses tanggal 27 Januari 2009</p>
<p>Media-Itsar, Retorika dan Orasi, http:/ media-itsar.blogspot.com, diakses tanggal  27 Januari 2009</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fuadhasyim.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fuadhasyim.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fuadhasyim.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fuadhasyim.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fuadhasyim.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fuadhasyim.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fuadhasyim.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fuadhasyim.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fuadhasyim.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fuadhasyim.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fuadhasyim.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fuadhasyim.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fuadhasyim.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fuadhasyim.wordpress.com/52/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fuadhasyim.wordpress.com&amp;blog=5583290&amp;post=52&amp;subd=fuadhasyim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fuadhasyim.wordpress.com/2009/05/29/retorika-pidato/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9569700e9300bae95b939d03ee5b6301?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fuadhasyim</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
