Fuadhasyim’s Blog

periode khalifah

Posted on: Mei 29, 2009

PROBLEMATIKA PASCA MENINGGALNYA
ABU BAKAR AS-SHIDDIQ
(Dalam bingkai kekhalifahan Umar bin khattab)

BAB I
PENDAHULUAN

Umar bin khattab ialah salah satu sahabat nabi, beliau juga adalah termasuk sahabat-sahat yang ikut memperjuangkan Islam dalam perang terdahsyat, perang badar, kedekatan sosok umar bin khattab dengan nabi sudah tidak perlu diragukan lagi, beliau termasuk sahabat yang paling setia disisi nabi Muhammad SAW.
Pesona umar bin khattab dalam kalangan Quraisy sangat tinggi, beliau pada zaman sebelum masuk Islam ialah pemimpin yang paling disegani oleh seantero jazirah arab, oleh karenanya beliau diberi gelar Singa Padang Pasir yang ketika telah masuk Islam gelar tersebut masih melekat bahkan jauh lebih garang dalam melindungi nabi Muhammad SAW.
Ketika Rasulullah Muhammad wafat, rasul tidak memberikan mandat khusus bagi salah seorang sahabat untuk meneruskan kepemimpinannya, namun hanya memberi isyarat secara tidak langsung melalui penunjukan badal imam sholat kepada sahabat Abu Bakar As-Shidiq, abu bakar memimpin ummat muslim setelah terjadi musyawarah mufakat oleh para sahabat Shohibul Badar, kaum Anshar serta Muhajirin.
Pada ujung usianya Abu Bakar menuliskan surat wasiat yang ditujukan kepada ummat, didalamnya terdapat salah satu item yang menyebutkan meminta kesediaan Umar bin Khattab untuk meneruskan perjuang dakwah dengan memimpin ummat, seorang Umar bin khattab pun menerima amanat tersebut setelah dalam forum massal ummat menyetujui dan membaiat beliau.
Namun dalam pemerintahannya seperti Abu Bakar, umar juga menghadapi permasalah-permasalahan dan tantangan, atas dasar pendahuluan diatas penulis dalam makalah ini akan menyampaikan tentang “Problematika pasca meninggalnya Abu Bakar As-Shiddiq (Dalam bingkai kekhalifahan Umar bin khattab)” berdasarkan referensi yang penulis dapatkan.
BAB II
PEMBAHASAN

A. Kekhalifahan Umar Bin Khattab
Umar bin khattab diangkat menjadi khalifa ummat muslim setelah mendapatkan amanat serta pesetujuan ummat islam yang ada, beliau mewakili sosok khalifa yang ideal untuk ummat saat itu, kehiduoannya sebagai seorang khalifah, seorang raja bagi rakyatnya dihiasi dengan kearifan dan kesederhanaan.
Perilaku kepemimpinan beliau mensiratkna suri tauladan yang baik, beliau merupakan pemimpin yang tidak tidur dimalam hari guna bermunajat dengan Allah SWT, dalam siangnya beliau memimpin dengan penuh keseriusan membimbing ummat dalam mencari ridho Allah SWT, beliau juga seorang pemimpin yang adil serta bijaksana.
B. Problematika Pasca meninggalnya Abu Bakar As-Shiddiq
1. KAUM MURTAD, PEMBANGKANG PAJAK DAN ORANG MUNAFIK
Permasalahan tentang kaum murtad, munafiq dan pembangkang pajak sebenarnya sudah ada sejak zaman abu bakar tepatnya setelah rasululloh wafat, namun ketika diperangi oleh abu bakar kaum ini sudah kalah dan kembali tunduk terhadap islam, ketika abu bakar meninggal dan menyerahkan kekhalifahan kepada umar bin khattab serta dengan persetujuan ummat dengan sistem musywarah mufakat, kaum ini kembali muncul pada masa kekhalifahan umar bin khattab. Sehingga untuk menjaga keutuhan ummat umar juga memerangi kaum ini sampai keakar-akarnya.
2. MENERUSKAN PERLUASAN WILAYAH DILUAR MAKKAH DAN MADINAH
Pada masa abu bakar perluasan kekuasaan dan dakwah juga telah dilakukan sampai keIraq, Persia, Syiria, umar pun meneruskan perluasan tersebut sampai ke Mesopotamia dan sebagian Persia, Mesir, Palestina, Syria, Afrika Utara dan Armenia.
Pada proses pengambil alihan wilayah Palestina, Suriah, dan Mesopotamia yang dikuasai oleh bangsa romawi timur terjadi peperangan yang dahsyat yang dikenal sebagai peperangan yarmuk, pada proses perebutan wilayah Syria, afrika utara, dan Armenia yang saat itu dikuasai oleh bangsa Persia juga terjadi peperangan besar yang dikenal sebagai perang Qadisiyyah.
Pada peperangan yarmuk kaum muslim dipimpin oleh Khalid bin Walid, danpada peperangan Qadisiyyah kaum muslim dipanglimai oleh Sa’ad bin Abi Waqqash, uniknya pada kedua peperangan ini jumlah pasukan kaum muslim jauh lebih sedikit daipada pasukan lawan, namun berkat kekuasaan dan pertolongan Allah SWT yang pada saat itu berupa tiupan angin kepada pasukan musuh maka kaum muslimin pun dapat memenangi peperangan tersebut.
3. BELUM ADANYA PENGATURAN ADMINISTRASI NEGARA
Saat pemerintahan rasululloh dan abu bakar kekuasaan dijalankan dengan sedehana dan koordinasi perorangan oleh pemimpin, hal ini membuat kekuasaan tidak mencangkup luasa dan terstruktur sehingga perintah pemimpin belum tentu langsung dapat dijalankan dan dimengerti oleh rakyat yang ada diluar madinah.
Pada masa umar hal ini dirubah, umar bin khattab meletakan dasar-dasar administrasi Negara, mulai dari pembuatan instansi pemerintahan, kehakiman, pengolaha uang Negara serta pemberian hal otonom kepada pemimpin dinegara-negara atau wilayah-wilayah bagian ummat muslim.
4. BANYAKNYA MATA UANG YANG BEREDAR DIWILAYAH ISLAM
Karena mulai meluasnya daerah kekuasaan dan dakwah kaum muslimin sehinnga kaum muslimin bebas bepergian dan berdagang diwilaya-wilayah bagian, namun terdapat kendala adanya banyak mata uang yang dipakai oleh ummat untuk berdagang sehingga membingungkan dan mempersulit proses perdagangan saat itu.
Saat itu berkembang tiga jenis mata uang, yaitu mata uang yang dikeluarkan oleh suku Quraiys, mata uang yang dikeluarkan oleh bangsa romawi serta mata uang dari bangsa Persia, atas dasar hl itu ummat mengeluarkan perintah untuk menyamakan semua mata uang yang beredar diwilayah kaum muslimin, dengan ini dimulailah pemakaian mata uang yang sah yang dapat dipergunakan diwilayah ummat muslim yang dikeluarkan pada masa kkhalifahan umar bin khattab.
5. TIDAK ADA PENGORGANISASIAN PAJAK DAN GHANIMAH
Saat rasululloh perolehan ghanimah langsung dibagikan oleh kaum muslimin yang ikut berperang, pada masa abu bakar pun juga, namun pada masa abu bakar pemerintah sudah menarik pajak dari ummat yang diolah oleh pemerintah, tanpa ada instansi terkait.
Hal ini pada masa ummar bin khattab diperbaiki lagi sistemnya dengan pembentukn baitul mal sebagai tempat penerimaan pajak, zakat, ghanimah sekaligus sebagai tempat pendistribusiannya, umar menetapkan bahwa ghanimah perang tidak semuanya dibagikn kepada kaum muslim yang ikut berperang, namun juga diberikan kepada kaum yang ada diwilayah kekuasaan meskipun mereka kafir, tetapi atas kafir tersebut diwajibkan untuk membayar pajak pada pemerintahan umar, umar juga menghapus bagian zakat bagi kaum mu’alaf.

Daftar Pusataka

Murodi, Sejarah kebudayaan islam (MTS kelas 1), Toha putra, Semarang.
No name, Umar bin Khattab, http://www.wikimedia-indonesia.com, diakses 14 November 2008
Mambo, Umar bin Khattab Perkasa tapi Lembut, http://www.akmaliah.com, diakses 14 November 2008
Khoiru Ummatin, Artikel lepas tentang Hasil peradapan pasca kenabian.

2 Tanggapan to "periode khalifah"

-artikel informatif
-salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

komentar utk tulisan ku dong…

fuadhasyim di periode khalifah
Abdul Cholik di periode khalifah
dedekusn di Puasa
dedekusn di karya ilmiah 2

Hasil Karya Mr.Foe

Kumpulan Karya Mr. Foe

%d blogger menyukai ini: