Fuadhasyim’s Blog

Resume konseling lintas agama dan budaya

Posted on: Mei 29, 2009

KONSELING LINTAS AGAMA DAN BUDAYA
PEMBAHASAN

Mata kuliah konseling lintas agama dan budaya merupakan mata kuliah terapan baru yang dikeluarkan oleh pihak jurusan BKI guna memenuhi standar kurikulum KBK 2007, dalam mata kuliah ini titik fokus pengkajian terdapat pada proses konseling lintas agama dan budaya yang kemungkinan besar bisa terjadi pada seorang konselor professional.
Latar belakang keagamaan islam yang kental bagi lulusan konseling UIN Sunan Kalijaga memiliki dampak positif dan negtif bagi para akademisi lulusan UIN yang ingin meneruskan karier dengan membuka biro konsultasi, segi positif yang terdapat ialah sudah adanya kefokusan pada sistem kerja konselor sehingga bisa langsung membuka biro konsultasi Islami namun dari segi positif ini kemudian muncul segi negatif.
Segi negatif yang bisa muncul adalah adanya pandangan negatif pada seorang konselor islami ialah konselor islami tidak bisa memberikan solusi terhadap permasalahan klien yang non muslim, atau pun permasalahan klien lintas agama maupun lintas budaya, untuk menepis pandangan-pandangan yang kemungkinan muncul tersebut maka bagi mahasiswa BKI mulai angkatan 2007 disusun kurikulum baru yang memberikan mata kuliah bimbingan konseing lintas agama dan budaya.
Pada mata kuliah bimbingan konseling lintas agama dan budaya ada semester empat ini terdapat draft bahan ajar yang diminta untuk mereview, menambahi, dan mengkritisi isi dari draft tersebut, berikut ialah poin-poin kritisi :
1. Terdapat beberapa kata-kata yang salah dalam pengetikan, seperti yang terdapat pada halaman pertama baris kelima, kata sebagai ditulis “debagai”
2. Penulisan materi kurang rapi, seperti pada halaman 14.
3. Materi dan referensi penulisan dratf tidak seimbang, mata kuliah ini adalah bimbingan konseling lintas agama dan budaya namun pada realitas pada draft ini lebih banyak membahas tentang konseling lintas budaya, yang lintas agama hanya suatu bentuk kesimpulan penulisan seperti yang terdapat pada halaman 10.
4. Belum ada penekanan khusus pada materi yang dijadikan topik diskusi dikelas seperti : Konsep-konsep bimbingan konseling lintas agama dan budaya.
Materi dalam draft tersebut perlu pembenahan guna menjadi draft yang ideal dan sesuai dengan konsep konseling lintas agama dan budaya, mestinya bisa diklasifikasikan menjadi tiga item, yakni :
A. Apakah kasus tersebut merupakan budaya yang menjadi agama, seperti kebudayaan tahlilan atau budaya ta’jil pada bulan ramadhan.
B. Apakah kasus tersebut merupakan agama yang menjadi budaya, seperti kebudayaan belum salam sebelum imam salam terlebih dahulu.
C. Apakah justru kasus merupakan gabungan kedua-duanya yakni kasus lintas agama dan budaya.
Namun yang perlu ditekankan bahwa materi konseling lintas agama dan budaya merupakan suatu penekanan terhadap asas keprofesionalan dalam kode etik konseling, kode etik konseling diantaranya :
• Mengenai hubungan dalam konseling yang ditentukan oleh kepribadian, pengetahuan dan kemampuan (skill) seorang konselor, karena tanggung jawab seorang konselor adalah mensejahterakan dan memberdayakan klien.
• Menghormati setiap perbedaan yang ada dan kemungkinan akan muncul dalam proses konseling perbedaan tersebut baik beda agama, suku, budaya, ras, atau pendidikan, seorang konselor memiliki etika profesi non diskriminatif, menghormati setiap perbedaan yang ada dan menghormati hak-hak klien, isu-isu yang muncul ialah isu tentang etika (susila, moral profesi), isu tentang profesionalisme (etika, teknis, prosedur), isu legal (dasar-dasar hukum yang mengatur profesi di Indonesia), isu budaya (konseling lintas budaya), isu Sospol (tentang tata negaraan) .
Dari pengkajian tentang kode etik konseling dapat diambil kesimpulan seorang konselor yang akan membuka praktek konseling harus mentaati aturan keprofesionalan yang didalamnya menyampaikan tentang pentingnya menghormati setiap perbedaan yang ada saat proses konseling, selain menghormati perbedaan tersebut seorang konselor berdasarkan perbedaan yang ada memiliki tanggung jawab memberikan kenyamanan, mensejahterakan dan memberdayakan klien. Saran : untuk revisi draft bahan ajar mata kuliah konseling lintas agama dan budaya kedepan perlu menyampaikan asas keprofesionalan dalam konseling.
Materi konseling lintas agama sesuai dengan yang disampaikan oleh prayitno (1999) pertama konselor hendaknya orang yang beragama dan mengamalkan dengan baik keimanan dan ketakwaannya sesuai dengan agamanya, kedua konselor sedapat-dapatnya mampu mentransferkaidah-kaidah agamanya secara garis besar yang relevan dengan permasalahan klien, ketiga konselor harus benar-benar memperhatikan dan menghormati agama klien, penekanan apabila klien berbeda agama dengan konselor maka pemasukan unsure-unsur agama pada proses konselor hendaknya seminimal mungkin dan hanya unsur-unsur yang tidak bertentangan dengan agama klien, peringatan karena banyaknya agama yang ada dan dianut oleh masyarakat maka konselor harus dengan sangat hati-hati dan bijaksana menerapkan landasan reegius tersebut terhadap klien yang berlatar belakang agama yang berbeda.
Saran : pada draft berikutnya hendaknya penekanan pada meteri konseling lintas agama lebih ditambah porsi pembahasan.
Porsi pembahasan tentang bimbingan konseling lintas budaya dirasa cukup, karena pembahasan ini dalam draft bahan ajar sudah diawali dengan latar belakang munculnya bimbingan konseling multicultularisme diAmerika seperti yang dibahas pada halaman 4.
Namun draft ini akan lebih baik dilengkapi dengan glosarium tentang istilah yang terdpat draft ini seperti pada halaman 5 terdapat istilah mubrom dan muallaq, makna dari glosarium ini ialah untuk mempermudah pembacaan maksut dari draft, sehingga mahasiswa yang buka berlatar belakang dari BKI mampu memahami draft ini.
Draft ini juga akan menjadi lebih baik jika poin-poin penting dalam setiap pembahasan dalam penulisan ada penekanan khusus seperti digaris bawah, dimiringkan atau diblok, hal ini seperti pada halaman 6 pengertian tentang orientasi vertical versi koentjaraningrat, 1993.
Kesalutan saya pada draft ini ialah lengkaonya materi konseling agama pda masing agama seperti yang terdapat pada halaman 15, namun pembahasan pada halaman 16 paragraf 2 menurut saya sulit dipahami maksutnya

Daftar pustaka
Jeanette murad lesmana, Dasar-dasar Konseling, 2005, UII Press, Jakarta
Prayitno, Erman Amti, Dasar-dasar Bimbingan dan Konseling, 1999, Rineka Cipta, Jakarta
Sofyan S Willis, Konseling Individual teori dan praktek, 2004, Alfabeta, Bandung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

komentar utk tulisan ku dong…

fuadhasyim di periode khalifah
Abdul Cholik di periode khalifah
dedekusn di Puasa
dedekusn di karya ilmiah 2

Hasil Karya Mr.Foe

Kumpulan Karya Mr. Foe

%d blogger menyukai ini: